RADAR JOGJA – Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan Kota Jogja berangsur ramai kembali. Setelah sempat mengalami penurunan saat libur natal, tahun baru dan semesteran kemarin.

“Ya karena memang pengunjung di perpustakaan kebanyakan adalah dari SD. SMP, SMA, dan kuliah,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Wahyu Hendratmoko kemarin. Menurut dia, penurunan tersebut tidak signifikan karena dari pihak perpustakan memiliki startegi sendiri untuk mengantisipasi hal tersebut.

Wahyu menyebut, strategi yang dilakukan oleh pihak perpustakaan untuk menggait pemustaka yaitu strategi intesifikasi dan ekstensifikasi. Intesifikasi yaitu pihak perpustakan mencoba untuk memdapatkan layanan yaitu berupa penambahan jam layanan menjadi 24 jam. “Karena buka 24 jam sehingga pengunjung atau pemustaka tidak turun secara signifikan,” tutur Wahyu.

Kemudian ekstensifikasi, pihak perpustakan menambah jangkauan armada keliling, yang semula sembilan armada keliling menjadi 12 armada keliling. Armada tersebut beroperasi selama 12 jam dari pukul 08.00 hingga 20.00. “Dengan begitu, akan menambah jumlah statistik pemustaka yang datang,” ungkapnya.

Penerapan strategi intesifikasi dan ekstensifikasi tersebut, lanjut mantan Kepala Bagian Protokol Kota Jogja itu, karena tolak ukur kinerja pihak perpustakaan adalah dari jumlah pemustaka yang datang. Srategi yang lain dari pihak  perustakaan yaitu dengan selalu menambah koleksi-koleksi baru untuk para pemustaka. “Karena juga menjadi salah satu upaya dari perpustakaan untuk tetap menjaga jumlah pemustaka yang datang ke perpustakaan,” jelasnya.

Wahyu menuturkan, rata-rata pengunjung dalam sehari Perpustakaan Kota mencakup unit Kota Baru, unit Perpustakaan Alternatif Selatan (Pevita), dan armada keliling mencapai dua ribu hingga tiga ribu pengunjung. Untuk koleksinya berjumlah kurang lebih 30 ribu eksemplar, dan untuk judulnya kurang lebih 22 ribu.

Harapan Wahyu kepada pemerintah kota Jogjakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan harus mampu menghadirkan tempat yang nyaman untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan literasinya. Ia menuturkan bahwa kesejahteraan masyarakat sudah tinggi, mereka terkadang ke perpustakan juga tidak hanya untuk membaca buku, tetapi juga untuk mengerjakan tugas. Jadi harapannya ke depan juga selain dapat menambah koleksi perpustakaan juga ada tempat yang dapat digunakan untuk belajar bersama dan saling berinteraksi bersama.

Selain itu, Wahyu juga berharap perpustakaan Kota Jogjakarta dapat menyediakan tempat yang layak, bersih, dan nyaman bagi pemustaka yang datang. “Tentunya juga berharap selalu menyediakan koleksi yang baru atau fresh untuk pemustaka,” tambahnya. (cr1/pra)