RADAR JOGJA – Selama 2019 dana zakat infak sedekah (ZIS) yang dikumpulkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) seluruh DIJ mencapai Rp 29,1 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 25,4 miliar atau sekitar 87,7 persen sudah tersalurkan.

Ketua Baznas DIJ Bambang Sutiyoso memaparkan, perolehan dana ZIS untuk Baznas DIJ sendiri pada tahun 2019 mencapai Rp 4,9 miliar. Jumlah itu meningkat sekitar 45 persen dari tahun sebelumnya dengan dana Rp 3,2 miliar. Jika ditambahkan dengan perolehan BAZNAS kabupaten dan kota seluruh DIJ total mencapai Rp 29,1 miliar.

“Dana ZIS yang terkumpul ini berasal dari para ASN, swasta, unit pengumpul zakat (UPZ), dan perorangan. Penghimpunan dana ZIS UPZ ini dapat juga dilihat berdasarkan Ruang lingkup Subjeknya seperti kantor instansi vertikal, lembaga daerah, perguruan tinggi, masyarakat, perusahaan swasta, BUMD dan muzakki perorangan,” jelas Bambang dalam paparan Capaian Kinerja BAZNAS DIJ 2019, Kamis (23/1).

Perolehan setiap kabupaten dan kota antara lain, BAZNAS Kota Jogja menghimpun Rp 5,96 miliar dan disalurkan sebesar Rp 5,92 miliar, BAZNAS Gunungkidul menghimpun Rp 1,79 miliar dan mampu menyalurkan sebanyak Rp 1,95 miliar.

BAZNAS Kulonprogo menghimpun total Rp 8,96 miliar dan tercatat Rp 6,77 miliar telah disalurkan, BAZNAS Bantul mengumpulkan Rp 2,57 miliar dan menyalurkan sebanyak Rp 1,60 miliar dan BAZNAS Sleman menyalurkan Rp 4,75 miliar dari total Rp 4,92 miliar ZIS yang dihimpun selama 2019.

“Persentase serapan selama 2019 untuk seluruh DIJ mencapai 87,7 persen atau sekitar Rp 25,48 miliar,” ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Penghimpunan Baznas DIJ Munjahid menambahkan, dana tersebut telah disalurkan kepada pihak yang paling berhak sesuai ketentuan yaitu fakir, miskin, mualaf, ibu sabil, gharimin, amil, dan fisabilillah. Penyaluran ini selain untuk konsumtif juga produktif yang terangkum dalam lima program utama seperti DIJ Cerdas, DIJ Taqwa, DIJ Sejahtera, DIJ Peduli, serta DIJ Sehat.

“Kami juga memiliki program seperti pemberian beasiswa SMA/SMK/MA serta memberikan bantuan tunggakan atau hutang pendidikan bagi pelajar. Kemudian ada pemberdayaan ekonomi produktif, bedah rumah warga, dan respon sosial kemanusiaan, pembuatan sumur bor, dan operasi katarak,” paparnya.

Pada 2020 ini BAZNAS DIJ menargetkan penghimpunan dana ZIS dapat tembus hingga Rp5 miliar lebih yang berasal dari para guru, dosen, dan karyawan di seluruh DIJ.

Selain itu akan diupayakan semua pimpinan dan pelaksana sudah mendapatkan sertifikasi amil untuk meningkatkan layanan ZIS. Berdasarkan hasil uji kompetensi di Jakarta, lima pimpinan Baznas DIJ telah lulus sertifikasi. “Untuk penyaluran ZIS juga akan didasarkan pada database kemiskinan dari pemerintah khususnya Dinas Sosial DIJ,” ungkapnya. (ita/ila)