RADAR JOGJA – Pasar Budaya Jogja merupakan pasar yang istimewa. Pasar ini menjadi ajang berkumpulnya pelaku seni di Daerah Istimewa Jogjakarta. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di kompleks kantor Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIJ tersebut selalu semarak.

Pasar Budaya Jogja merupakan salah satu kegiatan unggulan yang diselenggarakan Kundha Kabudayan DIJ. Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun lalu tersebut membuka kesempatan lebar bagi pelaku seni dan budaya untuk berpartisipasi.

Perhelatan Pasar Budaya Jogja dikonsep menjadi wadah bertemunya banyak pihak. Yakni, pegiat, komunitas, budayawan, maupun pelaku seni di DIJ.

Pasar Budaya Jogja tak hanya menjadi tempat silaturahmi pegiat, komunitas, budayawan, maupun pelaku seni. Kegiatan ini sekaligus menjadi tempat bagi pelaku budaya untuk berinteraksi dengan masyarakat umum.

Kepala Kundha Kabudayan DIJ Aris Eko Nugroho menuturkan, tujuan dihelatnya Pasar Budaya Jogja tak sekadar mempertemukan antara penjual dan pembeli. Ada tujuan yang lebih besar di balik hal tersebut.

Pasar Budaya Jogja juga menjadi tempat bertemunya pelaku seni. ”Di sini peserta bisa melakukan kegiatan. Harapan ke depan juga bisa dilakukan workshop berkaitan dengan budaya,” jelasnya saat ditemui di Hotel Inna Garuda Jogjakarta, Kamis (23/1).

Pasar Budaya Jogja didesain dalam bentuk angkringan. Berbagai jenis kuliner tersedia.

Untuk itu, Pasar Budaya Jogja tak hanya menjadi tempat bagi orang untuk memperoleh dan menikmati makanan dan minuman. Angkringan tersebut juga dapat menjadi tempat untuk mengobrol, mencari insipirasi, dan berinteraksi.

”Itu bagian dari Pasar Budaya Jogja. Kami inginnya seperti itu,” jelasnya.

Pasar Budaya Jogja dihelat tiap seminggu sekali. Yakni, setiap hari Jumat.

Penyelenggaraan dilaksanakan di halaman belakang kantor Kundha Kabudayan DIJ. Lokasi itu sangat semarak setiap kali kegiatan ini diadakan.

Ada banyak produk terkait budaya yang dihadirkan. Di antaranya, aneka kuliner tradisional. Kuliner khas tersebut mencakup makanan dan minuman.

Selain itu, ada pula beragam kerajinan yang diproduksi perajin di berbagai tempat di DIJ.

Bahkan, barang-barang antik pun tak ketinggalan disajikan. Termasuk, barang-barang seni.

Aneka batik dan lurik dengan berbagai motif juga ditampilkan. Batik dan lurik tersebut merupakan hasil kreasi tangan-tangan terampil perajin dari Jogjakarta.

”Misalnya, kaitannya dengan perkerisan, origami, merajut, dan permainan tradisional,” jelasnya. (tor/amd)

RADAR JOGJA – Pasar Budaya Jogja merupakan pasar yang istimewa. Pasar ini menjadi ajang berkumpulnya pelaku seni di Daerah Istimewa Jogjakarta. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di kompleks kantor Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIJ tersebut selalu semarak.

Pasar Budaya Jogja merupakan salah satu kegiatan unggulan yang diselenggarakan Kundha Kabudayan DIJ. Kegiatan yang telah berlangsung sejak tahun lalu tersebut membuka kesempatan lebar bagi pelaku seni dan budaya untuk berpartisipasi.

Perhelatan Pasar Budaya Jogja dikonsep menjadi wadah bertemunya banyak pihak. Yakni, pegiat, komunitas, budayawan, maupun pelaku seni di DIJ.

Pasar Budaya Jogja tak hanya menjadi tempat silaturahmi pegiat, komunitas, budayawan, maupun pelaku seni. Kegiatan ini sekaligus menjadi tempat bagi pelaku budaya untuk berinteraksi dengan masyarakat umum.

Kepala Kundha Kabudayan DIJ Aris Eko Nugroho menuturkan, tujuan dihelatnya Pasar Budaya Jogja tak sekadar mempertemukan antara penjual dan pembeli. Ada tujuan yang lebih besar di balik hal tersebut.

Pasar Budaya Jogja juga menjadi tempat bertemunya pelaku seni. ”Di sini peserta bisa melakukan kegiatan. Harapan ke depan juga bisa dilakukan workshop berkaitan dengan budaya,” jelasnya saat ditemui di Hotel Inna Garuda Jogjakarta, Kamis (23/1).

Pasar Budaya Jogja didesain dalam bentuk angkringan. Berbagai jenis kuliner tersedia.

Untuk itu, Pasar Budaya Jogja tak hanya menjadi tempat bagi orang untuk memperoleh dan menikmati makanan dan minuman. Angkringan tersebut juga dapat menjadi tempat untuk mengobrol, mencari insipirasi, dan berinteraksi.

”Itu bagian dari Pasar Budaya Jogja. Kami inginnya seperti itu,” jelasnya.

Pasar Budaya Jogja dihelat tiap seminggu sekali. Yakni, setiap hari Jumat. Penyelenggaraan dilaksanakan di halaman belakang kantor Kundha Kabudayan DIJ. Lokasi itu sangat semarak setiap kali kegiatan ini diadakan.

Ada banyak produk terkait budaya yang dihadirkan. Di antaranya, aneka kuliner tradisional. Kuliner khas tersebut mencakup makanan dan minuman. Selain itu, ada pula beragam kerajinan yang diproduksi perajin di berbagai tempat di DIJ. Bahkan, barang-barang antik pun tak ketinggalan disajikan. Termasuk, barang-barang seni.

Aneka batik dan lurik dengan berbagai motif juga ditampilkan. Batik dan lurik tersebut merupakan hasil kreasi tangan-tangan terampil perajin dari Jogjakarta. ”Misalnya, kaitannya dengan perkerisan, origami, merajut, dan permainan tradisional,” jelasnya. (tor/amd)