RADAR JOGJA – Saat ini petugas Jogoboro masih off. Penjagaan Malioboro dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja yang bersifat mobile maupun standby tetapi hanya sebentar saja. Hal itu dicermati oleh pedagang liar ini untuk mencuri kesempatan atau kucing-kucingan. Begitu pula sama dengan halnya penarik becak parkir sembarangan, pengemis liar ataupun ojek online.

“Kalau penertiban sementara sebulan penuh ini dari Satpol PP langsung,” jelas Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Malioboro Ekwanto, Senin (27/1).

Ekwanto menambahkan, petugas Jogoboro secara resmi operasional direncanakan per 1 Februari. Artinya masih sekitar tiga hari lagi tanpa petugas Jogoboro yang berjaga standby di Malioboro. Maka, selama satu bulan Januari ini sembari menunggu yang definitif dihandel oleh Satpol PP untuk keamanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kebersihan.

Adapun petugas Jogoboro tahun ini masih sama jumlahnya yakni 110 personil tidak ada perubahan yang terbagi dalam tiga shift. Tiap shift terdapat antara 30 sampai 40 orang petugas Jogoboro. “Kalau kebersihan kan dari penyedia jasa. Persiapan Jogoboro ini masih proses pengadaan,” tambah Mantan Lurah Prawirodirjan ini.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarto mengatakan, telah mengerahkan semua pasukan untuk penertiban di kawasan Malioboro meski masih bersifat mobile. “Sehari minimal kami dua kali penegakan,” katanya.

Sasarannya selain di fasilitas publik mulai dari jalan Suroto, pedestrian Sudirman, dan yang menjadi titik utama adalah Malioboro. “Banyak juga yang sudah kena tipiring untuk pedagang liar entah pakai gerobak atau asongan” ujarnya.

Selain itu, penertiban becak-becak juga yang terparkir di badan jalan. Tetapi terkait dengan becak ini sifatnya masih teguran. Termasuk kepada pengemis liar. Berbeda dengan pedagang liar di pedestrian yang harus ditindak. Tidak ada negoisasi terkait masuknya pelaku-pelaku liar ini. “Saya yakin mereka sudah tahu semua kalau di situ nggak boleh, pada nekat aja. Kesannya kayak petak umpet,” ucap mantan Camat Umbulharjo itu.

Guswin, sapaanya, tetap melakukan penertiban intensif di kawasan Malioboro khususnya. Meskipun masih terdapat pelanggar yang kucing-kucingan. Sehingga dia menghimbau agar para pelaku liar yang sudah dilarang memasuki atau pun melanggar ketentuan yang ada di malioboro tetap mentaati peraturan tanpa menunggu adanya petugas. “Mbok enggak usah menunggu dari kami. Kami (Satpol PP) pergi banyak yang muncul, tapi tetap kami tertibkan dan tindak sesuai hukum,” tegasnya. (wia/pra)