RADAR JOGJA –  Sebagai official country partner pameran teknologi Hannover Messe 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian RI turut menggandeng perusahaan Venture Capital bidang teknlogi UMG Idealab.

Setiap tahunnya, pameran ini rata-rata dihadiri sekitar 6.500 peserta dan 300.000 pengunjung dari 75 negara. Pada tahun 2019, pameran ini berhasil menarik pengunjung mencapai 215.000 orang dari 91 negara dengan diikuti lebih dari 6.500 exhibitors yang mewakili 73 negara, dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontrak bisnis.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi menjelaskan, dengan mengikuti perhelatan ini, diharapkan dapat menarik minat kerja sama dalam bidang investasi, teknologi, dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Founder UMG Idealab Kiwi Aliwarga mengaku sangat antusias berpartisipasi dalam pameran teknologi 4.0 terbesar di dunia ini.  “Tentu saja, ini juga membuka peluang kami untuk melakukan partnership dengan negara lain untuk semakin memajukan industri teknologi digital Tanah Air,” ujarnya.

Beberapa startup unggulan, di antaranya adalah Frogs, Widya Wicara, Botika, MSMB, dan Arutala akan dipamerkan UMG Idealab di ajang teknologi Hannover Messe pada 20 sampai 24 April 2020 di Hannover, Jerman.

Kiwi menjelaskan, Frogs sebagai pionir passenger drone di Indonesia menampilkan Frogs 282 Version 2 yang mampu mengangkut maksimal 2 penumpang, dengan kapasitas maksimal 200 kilogram. Dilengkapi dengan 8 motor, alat ini mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer hanya dengan satu kali pengisian daya listrik. Drone ini dapat terbang hingga ketinggian 2.400 mdpl dengan waktu terbang selama satu jam. Selain itu, ada sprayer drone untuk menyemprotkan pupuk pestisida ke lahan pertanian, surveillance drone untuk pemetaan pertanian, dan cargo drone untuk pengangkutan.

Startup Widya Wicara akan memamerkan big data, smart speaker, robot, face recognition, hingga AI. Teknologi Biotika memamerkan Natural Language Processing (NLP) berbahasa Indonesia.

Startup MSMB turut membawa teknologi smart farming dan RiTx. Smart farming merupakan pertanian 4.0 dengan menanamkan hardware ke lahan pertanian, sehingga lahan tersebut dapat menghasilkan produktivitas lebih tinggi karena memiliki sensor tanah dan sprayer drone.

Sedangkan RiTx sebagai marketplace pertanian, menghubungkan antara supply dari petani kepada end-user. RiTx juga membantu petani untuk melakukan monitoring terhadap tanaman.

“Berbicara Arutala berarti berbicara mengenai peningkatan skill SDM berbasis teknologi. Ini merupakan aplikasi untuk mengembangkan ilmu para ahli mekanik untuk mempelajari komponen, sistem, dan troubleshooting melalui teknologi Virtual Reality (VR) oleh trainer bersertifikat dan berpengalaman. Tentu sangat menarik, karena bagi perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta meminimalisir resiko kecelakaan” papar Kiwi.

Sebelum menuju Hannover Messe 2020, pada bulan Maret Kiwi akan meresmikan Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Total ada enam startup berbasis AI yang akan diluncurkan, yakni AICI, Widya Wicara, Widya Robot, Lectro, Frogs, dan MSMB. (sky/tif)