RADAR JOGJA – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan penataan pariwisata Pantai Selatan (Pansela) tak berjalan mulus. Itu karena belum semua masyarakat paham dengan tujuan yang diproyeksikan pada pengembangan wisata.

Di Parangtritis misalnya, belum semua pedagang mau direlokasi ke kios-kios dagang yang disediakan. Mereka memilih berjualan di tempat strategis yang mudah dijangkau oleh wisatawan. “Memang ada kios-kios bantuan Pemerintah. Tapi lokasinya jauh dari bibir pantai,” ungkap salah seorang pedagang makanan, Sukinah, 56, beberapa waktu lalu.

Karena jauh dengan obyek utama laut, membuat sepi peminat. Pengunjung, hanya akan membeli di warung-warung terdekat. Tempat yang strategis di pinggiran ruas jalan sepanjang tepi pantai.

Menurutnya, relokasi akan sulit dilakukan apabila pemerintah tidak mengganti dengan tempat-tempat strategis. Sebab, sebagian besar penduduk setempat mengais rejeki di Pantai tersebut. Bahkan tak jarang menjadi penghasilan utama.

Tak hanya itu, aturan pemerintah yang melarang pedagang berjualan di zona pasir (sisi Selatan jalan) pun tetap ada yang melanggar. Ada yang mendirikan gubukĀ  kecil di tepian jalan.

Dia mengaku meski beberapa kali dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP, para pedagang tak kapok berjualan di tempat yang sama.

“Meski daerah ini area wisata, minat pengunjung untuk membeli itu tidak merata,” keluhnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengungkapkan, akan terus melakukan sosialisasi kepada warga di sepanjang Pansela. Menurutnya, memberikan pemahaman hingga kesadaran tersebut tidak lah mudah. Sementara relokasi baru akan dilakukan berdasarkan kesepakatan warga.

“Pelan-pelan kami akan dorong kesana. Bulan depan insyallah akan kami sosialisasikan lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kwin mengatakan relokasi akan dilakukan pada akhir 2019 lalu. Kendati begitu, target waktu menjadi mundur. Karena penataan masyarakat setempat itu tak mudah.

“Bulan depan akan ada sosialisasi ke sana. Kita lihat progresnya rencana pengembangan. Targetnya pasca Pilkada nanti,” tuturnya (mel/bah)