RADAR JOGJA -Padi varietas Inpari IR Nutri Zinc kini telah ditanam di 12 titik di Kulonprogo. Varietas ini diklaim memiliki kandungan nutrisi tinggi, sehingga mampu menangkal stunting atau kekerdilan. ”Luas tanam satu hektare dan dikelola kelompok tani,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonpogo, Aris Nugroho, Rabu (29/1).

Dijelaskan, awal musim penghujan digunakan untuk memulai masa tanam. Tanaman ini diurus kelompok tani dari daerah setempat dan biasanya sudah menjadi produsen padi di Kulonprogo. Nah, Februari mendatang diperkirakan sudah memasuki panen.”Perkiraan kami bisa mencapai 9,6 ton hektare gabah kering panen (GKP), dan akan disalurkan khususnya untuk ibu hamil dan balita,” jelasnya.

Mekanisme pendistribusian melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) penyuplai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong), Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE PKH) sebelum diserahkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang rawan stunting. “Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Kesehatan untuk penyalurannya,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Sri Budi Utami menyambut baik keberhasilan pengembangan varietas padi ini. Apalagi padi diberikan kepada kelompok masyarakat yang rentan seperti ibu hamil atau remaja putri. “Untuk pencegahan stunting,” katanya. (tom/din)