RADAR JOGJA – Rotasi pejabat eselon II/a dan II/b di lingkungan Pemprov DIJ berubah dari rencana awal. Perubahan ditengarai terjadi di menit-menit akhir menjelang pelantikan. Nama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ Agung Supriyono yang semula diplot menjadi asisten pemberdayaan sumber daya masyarakat, ternyata tidak masuk daftar pejabat yang dilantik.

Begitu pula dengan Sekda Sleman Sumadi. Awalnya setelah ditarik dari Sleman, dia menempati kursi yang ditinggalkan Agung.  Saat pelantikan, posisi Sumadi justru “diparkir” menjadi staf ahli gubernur DIJ. Bidang tugasnya menangani urusan pemerintahan, hukum dan politik. Mantan Inspektur DIJ itu menggantikan posisi Umar Priyono yang dimutasi menjadi asisten pemberdayaan sumber daya masyarakat.

Meski ditempatkan sebagai staf ahli gubernur, Sumadi mengaku gembira. Dia merasa lega. Sebab, sudah lepas dari jabatan Sekda Sleman. Posisi yang diembannya sejak Januari 2017 silam.  “Pun mboten sumuk malih (tidak lagi sumuk, Red),” ujar Sumadi, usai pelantikan di Bangsal Kepatihan, Rabu (29/1). Birokrat kelahiran Tanjung Pinang 26 Agustus 1963 ini tampak semringah. Dia beberapa kali terlihat berswafoto dengan istrinya. “Untuk kenang-kenangan,” ucapnya.

Seorang pejabat teras di Pemprov DIJ membisiki, mutasi pejabat kali ini dipicu ditariknya Sumadi kembali ke pemprov. Dampaknya pejabat lain harus ikut digeser. Penarikan Sumadi menyusul terjadinya kerenggangan dengan atasannya, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP). Ini menyusul langkah SP menyurati pemprov. Isinya tentang pengembalian Sumadi.

Surat dilayangkan SP di masa Sekda DIJ masih dijabat Gatot Saptadi sekitar September 2019 silam. Usai itu, Pemkab Sleman mengumumkan adanya seleksi Sekda. Diikuti pembentukan panitia seleksi (pansel) pada 7 Desember 2019. Padahal Sumadi saat itu masih aktif menjalankan tugas sebagai Sekda Sleman.

Selain Sumadi, kejutan terjadi pada Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Rahardjo. Awalnya nama Sigit tak pernah disebut-sebut. Sigit mengaku baru mengetahui dirinya dipindah tiga jam menjelang pelantikan. Padahal sejak Selasa (28/11), Sigit tengah berada Jakarta.

“Saya tahu ikut dilantik setelah menelepon Pak Agus Supriyanto. Saya tidak pernah diberitahu. Kalau tahu ikut dilantik, saya tidak mungkin ke Jakarta,” tutur Sigit. Agus Supriyanto yang dimaksud Sigit adalah kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ.

Dia kemudian mempecepat kepulangan ke Jogja. Beberapa menit menjelang pelantikan, Sigit tiba di kompleks Kepatihan.  Saat pelantikan Sigit diumumkan bertukar kursi dengan Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Tavip Agus Rayanto.

Sebelumnya santer Tavip dikabarkan dipindah menjadi kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Namun posisi kepala disdikpora dibiarkan tetap lowong. Jabatan yang ditinggalkan Kadarmanta Baskara Aji yang diangkat menjadi Sekprov DIJ per 6 November 2019 dirangkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo. Statusnya sebagai pelaksana tugas alias Plt.

Di luar itu, rotasi pejabat pemprov tidak berubah. Persis dengan bocoran sebagaimana ditulis Radar Jogja, Rabu (29/1). Total jumlah pejabat yang dimutasi ada tujuh orang. Kepala Biro Tata Pemerintahan Maladi digeser menjadi kepala Biro Bina Mental Spiritual.

Posisi ini sejak Agustus tahun lalu kosong karena pejabatnya Sri Pujiastuti pensiun. Pengganti Maladi adalah Sugeng Purwanto. Jabatan sebelumnya wakil kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIJ. Kursi yang ditinggalkan Sugeng dibiarkan lowong.

Asisten Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Arofa Noor Indriani ditarik keluar dari kompleks Kepatihan. Mantan Pejabat Sekprov DIJ itu dimutasi menjadi kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIJ.

Arofa menggantikan koleganya Sasongko yang memasuki pensiun sejak 1 Januari lalu. Kursi yang ditinggalkan Arofa ditempati Umar Priyono. Mantan staf ahli gubernur bidang  pemerintahan, hukum, dan politik.

Rotasi tujuh pejabat eselon II ini tidak  membuat beberapa posisi kepala dan wakil kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lantas terisi. Ada tiga jabatan yang tetap kosong. Ketiga posisi itu meliputi kepala dan wakil kepala Disdikpora DIJ serta wakil kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIJ.

“Nanti akan kami isi melalui biding  atau seleksi terbuka,” ujar Sekprov DIJ R. Kadarmanta Baskara Aji. Dia juga berencana terus menata kelembagaan pemprov. Bahkan pada pertengahan 2020 ini akan ada pelantikan kembali. Sebab, ada sejumlah kepala OPD yang pensiun. Tahun ini 12 orang pejabat eselon II  purna tugas.

Mereka adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sasongko, Kepala BKD DIJ R. Agus Supriyanto, Staf Ahli Gubernur Moedji Rahardjo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Andung Prihadi Santosa, Kepala Dinas Sosial Untung Sukaryadi serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Arida Oetami.

Lalu Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Sigit Sapto Rahardjo, Kepala BPKA Bambang Wisnu Handoyo, Kepala Badan Kesbangpol Agung Supriyono, Kepala Dinas Pertanian  dan Pangan Arofa Noor Indriani serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan R. Sutarto serta Sekretaris KPU DIJ Retno Setijowati.

Menghadapi banyaknya pejabat eselon II yang akan pensiun, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya regenerasi dalam lembaga pemerintahan. “Itu keniscayaan yang tak terelakkan,” katanya.

Tunas-tunas baru atau pejabat yang dilantik diharapkan dapat tumbuh membawa kesegaran di tengah birokrasi. “Semoga dapat memberi harapan baru menyongsong masa depan keistimewaan. Regenerasi juga memberi kesempatan bagi yang berprestasi untuk unjuk diri,” jelas gubernur. (tor/kus/laz)