RADAR JOGJA – Dalam waktu dua bulan, dua sekawan berhasil menggasak sembilan kendaraan bermotor berbagai tipe. Sayang, sebelum beraksi untuk korban kesepuluh kalinya mereka harus berurusan dengan hukum. Salah satu pelaku bahkan harus dilumpuhkan dengan timah panas.

Dua orang pelaku, masing-masing Defid Sulistiyo, 24, warga Desa Pecarikan Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen dan Jeky Prasetyo, 21, warga Desa Popongan Kecamatan Banyuurip, Purworejo. Mereka bekerjasama dengan Danang Sugala, 26, warga Desa Bonjongkidul Kecamatan Bonorowo, Kebumen yang bertindak sebagai penadah atau penjual barang curian.

Kapolsek Purworejo Kota, Iptu Sukardi mengungkapkan jika kasus tindak pencurian kendaraan bermotor memang agak meningkat. Tiga pelaku yang diamankan berkat adanya laporan kehilangan yang dilakukan oleh Dwi Kristiasih, 34, seorang petani di Kelurahan Pangen Jurutengah, Purworejo.

“Kendaraan milik korban diambil kedua pelaku pada tanggal 14 Januari lalu. Saat itu tengah diparkir di halaman SD Al Madina,” kata Sukardi, Jumat (31/1).

Aksi yang dilakukan para pelaku bisa dibilang nekat karena mengambil di halaman sebuah instansi sekolah. Korban sendiri menaruh kendaraan itu di halaman sekolah untuk melakukan aktivitasnya bertani di seputar SD Al Madina.

“Dua pelaku saling bekerjasama dimana satu orang menunggu di atas motor saat temannya tengah beraksi. Mereka menggunakan kunci Y dimana telah menyiapkan baja pipih untuk dimasukkan ke kunci kontak,” tambah Sukardi.

Diungkapkan Sukardi, jika korban sebenarnya melihat aksi kedua pencuri tersebut. Hanya saja, saat dia menyadari kendaraannya dikuasai orang lain, posisinya sudah siap untuk dilarikan.

Dari pendalaman kasus yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Purworejo, ternyata kedua pelaku ini tidak hanya sekali menjalankan aksinya. Tercatat mereka telah mengambil 9 kendaraan bermotor di berbagai tempat.

“Ada beberapa lokasi yang tidak hanya di Kecamatan Purworejo. Seperti ada di Kebumen maupun di wilayah Kulonprogo,” imbuh Sukardi.

Dari hasil pencuriannya selama ini, kedua pelaku menyerahkan kendaraan itu kepada Danang Sugala. Oleh Danang kendaraan itu ditawarkan melalui media sosial yakni Facebook. Menurut Danang dia menggunakan identitas palsu saat menjual barang curian tersebut.

“Barang yang sudah pernah dijual ada yang dibeli orang Cilacap dan Kebumen,” kata Danang.

Dari aksi yang dilakukan oleh dua pencuri serta satu orang penadah itu, mereka dikenakan Pasal 363 KUHP. Sementara untuk Dang dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat sebagai penadah.

Warga
Kapolsek Purworejo mengakui jika saat ini tengah ada kenaikan tren pencurian terhadap kendaraan bermotor di wilayahnya. Dia menyayangkan sikap masyarakat yang lambat dalam memberikan laporan kepada pihak berwajib.

“Kebetulan korban Bu Dwi itu melapor cepat. Sementara masyarakat yang lain kerap terlambat memberikan pelaporan. Mereka berusaha mencari sendiri, setelah gagal baru melaporkan ke pihak kepolisian,” kata Sukardi.

Dia meminta agar masyarakat tetap waspada dengan kendaraan yang dimiliki. Pemasangan pengaman ganda tetap menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya tindak pencurian ranmor. (udi/ila)