RADAR JOGJA – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) meraih hasil minor di seri III Indonesian Basketball League (IBL) 2020. Tim asal Jogja ini menelan brace kekalahan dari dua laga yang telah dilakoni.

Nuke Tri Saputra cs ditaklukkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 91-88 di Britama Arena, Minggu (2/2). Sebelumnya, tim besutan Raoul Miguel Hadinoto juga menuai hasil negatif setelah di kalahkan Tim Nasional (Timnas) alias Indonesia Patriots 93-74, Jumat (31/1).

Dengan hasil jeblok ini, BPJ hanya membawa pulang dua angka dari dua game yang dijalani. Dari tiga seri yang dimainkan anak-anak Jogja secara keseluruhan mengumpulkan delapan angka dari enam pertandingan yang dilakoni.

Dalam laga kemarin, BPJ tertinggal sejak kuarter pertama dengan angka 25-19. Namun, mereka mulai bangkit di kuarter kedua dengan mencetak 18 angka. BPJ pun menutup babak pertama dengan 37-42.

Di kuarter tiga Satya Wacana unggul tipis 66-62. Lalu, tim basket asal Salatiga itu menyudahi laga pada kuarter empat dengan kemenangan 91-88.

Sebetulnya, di seri Jakarta ini BPJ tampil pincang. Pasalnya, mereka hanya diperkuat dua legiun asing. Yakni, Devin Gilligan dan Mamadou Diakite. Sementara rekrutan anyar lainnya Filip Pejovic baru bisa bergabung di seri IV Jogja, Kamis (6/2) mendatang.

Selain itu, di laga kontra Satya Wacana BPJ tak dapat diperkuat Nuke Tri Saputra lantaran tengah mengalami cedera hamstring. Cedera pemain bernomor punggung tiga itu didapat saat laga melawan Timnas.

Eboss sapaan akrab Raoul Miguel Hadinoto tak ingin mencari kambing hitam atas dua kekalahan timnya. Kendati, di laga kedua BPJ sempat dirugikan oleh kepemimpinan wasit yang terlihat berat sebelah. “Saya tidak mau mencari alasan atas hasil ini. Kami seharusnya konsisten dan mereka (wasit) juga harus konsisten,” kata Eboss. (ard/bah)