RADAR JOGJA – Aksi kejahatan jalanan atau klithih yang sudah meresahkan masyarakat tetap saja marak. Kali ini terjadi di wilayah Nanggulan, Kulonprogo. Bahkan aksinya dilakukan secara barbar di dua lokasi terpisah, Sabtu (1/2) malam.

Selain melakukan pembacokan, para pelaku juga menodongkan senapan angin kepada korbannya. Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku berjumlah tiga orang. Ciri-cirinya berjenis kelamin laki-laki, mengenakan penutup kepala, menggendarai Honda Vario warna putih, dan membawa dua bilah pedang dan senapan angin.

Aksi klithih kawanan ini dilakukan sebanyak dua kali, di dua lokasi di Kecamatan Nanggulan dengan rentang waktu kurang dari satu jam. Aksi pertama terjadi sekitar pukul 19.30 di Dusun Ngemplak, Kalurahan Kembang dengan korban Marsudi, 45, warga Dusun Grubuk, Kalurahan Jatisarono, Nanggulan.

Saksi mata, Cifi Aquarius Santoso, 20, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian mengungkapkan, sesuai keterangan korban Marsudi hendak memancing di Sungai Progo. Tapi tiba-tiba ditendang dari sepeda motor oleh tiga orang lelaki berpakaian serba hitam dan memakai penutup kepala.

Setelah jatuh, korban langsung dibacok menggunakan pedang dan sempat ditodong senapan angin. “Saya lihat pas ada motor jatuh, terus ada yang mengayunkan pedang. Awalnya saya kira cuma bercanda, soalnya dari kejauhan saya kira garan pancing,”  ucap Cifi.

Usai membacok Marsudi, para pelaku langsung kabur ke arah timur. Sementara korban menderita luka parah di kepala dan pergelangan tangan. “Darahnya keluar banyak banget, korban langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Kenteng, Nanggulan. Karena tengkoraknya retak, malam itu juga dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta,” ujarnya.

Aksi kedua terjadi sekitar pukul 20.00 di Dusun Krinjing Kidul, Kelurahan Jatisarono. Korbannya Muhammad Apriyadi, 22, warga setempat. Ia terkena luka bacok di tangan bagian kanan dan telah menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Kenteng, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Saat dikonfirmasi, Muhammad Apriyadi mengaku, peristiwa bermula saat ia hendak ke warung untuk membeli rokok. Dalam perjalanan, ia bertemu Yulius Erik, 28, teman satu desa yang berboncengan dengan teman Erik, Rina Ernawati, warga Sleman. “Saat ngobrol-ngobrol dengan kawan saya tadi, tiba-tiba ada tiga orang mengendarai sepeda motor menghampiri dan langsung membacok saya. Mereka lalu kabur,” ucapnya.

Pelaku juga berupaya membacok Erik. Namun pedang pelaku mengenai gesper, sehingga Erik tidak mengalami luka. Sementara Ernawati sempat ditodong senapan angin. “Pacar teman saya shock karena tahu-tahu langsung ditodong senapan,” ungkap Erik.

Kapolsek Nanggulan Kompol Sudarsono membenarkan terjadinya peristiwa itu. Namun ia belum banyak memberikan keterangan karena masih proses penyelidikan. “Masih proses lidik dan mencari pelaku,” ujarnya. (tom/laz)