RADAR JOGJA – Lokasinya yang dekat salah satu host Piala Dunia U-20, Stadion Mandala Krida, membuat lapangan Kenari menjadi salah satu lokasi latihan. Hanya perlu perombakan total supaya lapangan sesuai standar internasional.

Muncul wacana dari pemerintah pusat untuk membuat lapangan baru sebagai training site para peserta Piala Dunia U-20. Lapangan Kenari menjadi salah satu kandidatnya.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Eka Heru Prasetya mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian soal penggunaan lapangan Kenari. “Kalau PSSI Pusat kemarin bilang soal penggunaan Lapangan Kenari, namun kepastiannya itu yang belum ada,” ujarnya, Minggu (2/2).

Selain itu, Eka mengaku senang terkait kemungkinan pemerintah pusat, melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang akan mengucurkan dana untuk biaya renovasi pembuatan lapangan di setiap daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertandingan. “Dengan adanya dana pusat, maka daerah tidak terlalu terbebani dalam menyiapkan anggaran. Semoga ada bantuan juga untuk renovasi Stadion Mandala Krida,” harapnya.

Menurut dia, pemilihan Lapangan Kenari memang menjadi opsi yang dirasa sangat pas. Sebab, selain lokasi yang berdekatan dengan Stadion Mandala Krida. Alasan lainnya yaitu karena luas tanah yang dinilai cukup memadai dan strategis.

Lebih lanjut, Eka mengatakan jika Lapangan Kenari benar-benar akan dipakai, nantinya harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemprov DIJ agar disesuaikan dengan rencana awal penggunaan lahan tersebut. Terlebih penempatan lapangan juga akan berada di dua sisi berbeda. Yakni, satu di utara dan satu di selatan untuk menyesuaikan standar ukuran lapangan sepakbola. “Untuk lapangan yang disisi utara nantinya harus menebang pohon beringin dulu,” katanya. (ard/pra)