RADAR JOGJA  – Ratusan anggota organisasi massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Jogjakarta menggeruduk Mapolda DIJ. Mereka mendorong agar kinerja kepolisian atas penanganan aksi kriminalitas jalanan dioptimalkan.

Sekretaris FKOR Jogjakarta Waljito meminta ketegasan dalam penanganan. Walau saat intensitas patroli meningkat, namun aksi kriminalitas ini sudah menjadi momok. Terbukti masih adanya aksi tersebut dalam kurun waktu sepekan.

“Memberikan dukungan dan mendesak agar lebih serius dalam menangani klitih. Memang sudah maksimal; tapi masih jadi teror di Jogjakarta,” keluhnya, usai mengadu ke jajaran Polda DIJ, Senin sore (3/2).

FKOR, lanjutnya, siap memberikan dukungan. Terlebih anggota dari paguyuban ini lebih dari 1000 orang. Sehingga diyakini efektif menangani adanya aksi kriminalitas jalanan. Ditambah seluruhnya merupakan ormas dan relawan yang tersebar di seluruh Jogjakarta.

Walau begitu FKOR tetap sadar posisi. Berstatus sebagai warga sipil tentu tak bisa bertindak seenaknya sendiri. Sehingga pihaknya mengutamakan koordinasi dengan pihak berwajib. Langkah termudah adalah mengawasi dan melaporkan apabila ada indikasi dan kejadian.

“Klithih adalah musuh bersama sehingga tidak hanya tanggungjawab polisi tapi semua pihak. Kami tetap bersinergi dengan kepolisian karena tidak punya kewenangan untuk menindak. Setidaknya kami membantu dengan informasi,” katanya.

Kapolda DIJ Irjen Polisi Asep Suhendar meminta masyarakat tidak main hakim sendiri. Jenderal polisi bintang dua ini mengingatkan bahwa penindakan adalah wewenangnya. Masyarakat bisa peran serta tentu melalui koordinasi bersama.
Asep juga meminta masyarakat tidak memukul rata kejahatan.

Dia mengungkapkan, tidak semua aksi kejahatan jalanan tergolong sebagai klithih. Beberapa di antaranya justru kriminal murni. Seperti yang terjadi di Nanggulan, Kulonprogo belum lama ini.

“Kadang semua kejahatan jalanan disebut klithih, padahal tidak. Seperti Kulonprogo itu motifnya dendam. Kami juga mengingatkan agar warga tidak main hakim sendiri. Harus tetap koordinasi dengan kepolisian,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Asep menjawab keraguan warga. Ada anggapan polisi tidak pernah melakukan patroli rutin. Sehingga aksi kejahatan jalanan masih muncul. Faktanya, patroli rutin sudah berlangsung. Tak hanya jajaran Polda, tapi juga di tingkat Polres, Polresta hingga Polsek.

“Bisa dicek di masing-masing kesatuan wilayah. Ada razia skala besar yang berlangsung dari jam sebelas malam sampai jam empat pagi. Silahkan datang kalau mau ikut atau melihat. Tapi koordinasi dulu dengan Polsek, Polres atau Polda,” katanya. (dwi/ila)