RADAR JOGJA – Ribuan relawan melakukan aksi tanam pohon dalam gerakan Merbabu Nandur 02022020 bertajuk Melestarikan Alam, Merajut Kebhinekaan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu Minggu  (2/2). Kegiatan ini sebagai upaya memulihkan ekosistem kawasan tersebut di mana lebih delapan belas ribu pohon tumbang akibat bencana angin kencang.

Asisten Administrasi Umum Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud membangun dan melestarikan hutan. Hal ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem kawasan TNGM, khususnya Blok Greenden dan sekitarnya.

“Kegiatan ini dinilai sangat baik dan memiliki manfaat yang besar, karena dapat melestarikan alam terutama hutan. Selain itu, hakikatnya adalah ikut melestarikan isi yang ada di dalam hutan ini, agar udara kita sejuk dan sumber air bersih tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan, masih banyak taman nasional yang harus dihijaukan. “Selain Greenden, kami punya 54 taman nasional luasnya 16 juta hektare, sebagian ada yang rusak karena masyarakat. Sekarang kita kerja sama bersama masyarakat untuk menanami itu dalam program kemitraan,” ungkapnya.

Dia berpesan agar dalam mengelola alam, khususnya di wilayah Jawa Tengah, harus ekstrahati-hati. Sebab, kondisi alam berupa lereng yang berbukit-bukit memerlukan perhitungan yang cermat. Hal ini diperlukan agar bencana tidak terjadi.

“Sangat penting bagi kita untuk mengelola alam terutama di daerah lereng-lereng seperti ini. Itu bahaya sekali jika terjadi longsor. Maka kita, bersama-sama dengan masyarakat, membuat pertanian yang tepat seperti terasering,” pesannya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam. Dia menyatakan sedang melakukan pembahasan regulasi terkait alam dan lingkungan. Regulasi tersebut diharapkan dapat membuat lingkungan dikelola dengan baik.

“Kita juga sedang membahas RUU kehutanan agar ekosistem kita tetap terjaga. Juga, sedang menggodok tentang RUU penanganan kebakaran hutan,” jelasnya. (asa/amd)