RADAR JOGJA – Anak pelaku kejahatan juga memiliki hak-hak yang harus dilindungi. Seperti pemenuhan hak atas kasih sayang orang tua (ortu) terhadap anak warga binaan Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wonosari.

Akhir pekan lalu, dijembatani Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Gunungkidul, mereka dipertemukan dalam acara gathering. Upaya itu dilakukan untuk mengakrabkan orang tua dan anak binaan di LPKA.

Direktur PKBI Gunungkidul Tri Wahyu Ariningsih mengatakan, jumlah anak yang berada di LPKA ada 16 orang. Usianya di bawah 17 tahun. Selama ini PKBI bermitra dengan LPKA Kelas II Jogjakarta di Wonosari. Tahun ini program unggulannya adalah pameran karya seni.

“Lalu gathering Sabtu lalu, menghadirkan orang tua sebagai upaya pemenuhan hak anak dalam hal pemberian kasing sayang,” kata Tri Wahyu Ariningsih kemarin.

Sementara itu, Kasi Pembinaan LPKA Jogjakarta Aris Yulianto berharap, kegiatan ini dapat mempererat hubungan keluarga antara orang tua dan anak yang selama ini terjadi kerenggangan. Lalu ketika selesai menjalani pembinaan, dapat kembali di masyarakat bersama teman sebaya untuk berperan aktif di sosial masyarakat. “Dan yang lebih penting lagi adalah tidak mengulangi perbuatannya,” kata Aris.

Sebelumnya, Kepala LPKA Jogjakarta Teguh mengatakan, 16 warga binaan LPKA terdiri atas berbagai kasus, termasuk penganiayaan dan kejahatan jalanan (klithih). Kapastitas LPKA sendiri mencapai 90 orang untuk menampung anak bermasalah hukum di DIJ.

Pelaku klithih di bawah umur tidak selalu dimasukkan ke LPKA.  Beberapa kasus ada yang diselesaikan dengan cara diversi yaitu penyelesaian masalah di luar sidang. “Untuk anak, menurut undang-undang jika ancaman kurang dari 7 tahun, bisa diselesaikan secara diversi,” kata Teguh.

Diversi mempertemukan antara balai pemasyarakatan (Bapas), polisi, pelaku dan pihak korban. Dengan demikian, apa pun putusannya ada tiga opsi yakni dititipkan di Balai Rehabilitasi Remaja wilayah Kabupaten Sleman, dikembalikan ke orang tua, atau masuk LPKA. (gun/laz)