RADAR JOGJA  – Ratusan travel agent akan menyerbu Kota Jogja dalam waktu dekat. Bertajuk Jogja Vaganza, event ini akan mendatangkan 110 travel agent dari seluruh Indonesia. Gelaran ini akan menjadi ajang pertemuan dengan para pelaku bisnis wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Yeti Martanti menuturkan, para travel agen ini terfokus pada wisatawan Nusantara. Pertemuan ini diharapkan mampu menjual wisata Kota Jogja ditingkat nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Update terkait destinasi Jogja dan sekitarnya. Akan diajak dengan cara yang berbeda untuk promo kali ini. Para buyer atau travel agen akan ikut fun night run yang ebrlangsung 9 Februari besok,” jelasnya ditemui di Kantor Diskominfo Kota Jogja, Senin (3/2).

Acara ini menawarkan beragam potensi Kota Jogja. Rute yang dipilih memiliki potensi yang beragam. Terutama di sepanjang kawasan Prawirotaman hingga Kotagede. Itulah mengapa kemasan acara berupa lari pada malam hari.

“Eksplorasi dengan cara yang berbeda. Harapannya para buyer benar-benar mengenal dan mengetahui potensi yang dimiliki oleh Kota Jogja,” ujarnya.
Dispar Kota Jogja menargetkan peningkatan jumlah wisatawan. Catatan tahun lalu total jumlah wisatawan mencapai 4,3 juta. Jumlah wisatawan mancanegara mencapai 498.866 orang. Total length of stay mencapai 2,08 hari.

Ke depan konsep ini tak hanya melibatkan Kota Jogja semata. Keterlibatan lintas provinsi juga mulai terlihat. Lingkup yang ditawarkan adalah destinasi di kawasan Jogjakarta Solo dan Semarang (Joglosemar). Sehingga kolaborasi tak sekadar lintas daerah di Jogjakarat semata.

“Jolglosemar itu masuk salah satu prioritas di Indonesia. Jadi kalau ingin meningkatkan angka kunjunga wisata atau length of stay tak cukup berbicara lingkup lokal. Ketiga wilayah ini akan bekerjasama untuk membangun koneksivitas,” katanya.

Jogja Vaganza sendiri berlangsung selama tiga hari. Selain Fun Night Run adapula Joglosemar Famtrip yang berlangsung 10 Februari. Selanjutnya ditutup dengan Jogja Vaganza Table Top pada tanggal 11 Febaruari.

Table top akan mempertemukan seller dengan buyer. Jadi travel agent bisa membuat paket wisata sesuai yang diinginkan. Terutama yang masih fresh dan tidak objek wisata konvensional,” ujarnya.

Ketua Jogja Vaganza Edwin Ismedi menuturkan adanya target baru. Jendela baru mulai menyasar pasar kawasan Lampung, Palembang, Manado, Kendari dan Jambi. Wilayah-wilayah ini sejatinya tidak memiliki penerbangan langsung. Tapi faktanya turut menyumbang angka kunjungan wisata.

“Termasuk pasar dari kawasan Jawa Timur seperti Banyuwangi lalu Sumatera seperti Palembang dan Lampung. Beberapa waktu ini kunjungan wisata dari wilayah tersebut tinggi. Ternyata kuncinya di mudahnya akses jalur darat. Sudah ada tol sehingga untuk ke Jogja sudah mudah,” jelasnya. (dwi/ila)