RADAR JOGJA -Bupati Gunungkidul Badingah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang waspada antraks. Salah satunya adalah larangan memperjualbelikan bangkai ternak khususnya sapi dan kambing. SE tersebut dialamatkan melalui koordinator pasar hewan dan penjual daging di Bumi Handayani.

Isi SE Bupati Kabupaten Gunungkidul No 524/01711, tertanggal 14 Januari itu terdiri empat poin. Pertama, dilarang melakukan pembelian maupun penjualan daging bangkai baik daging sapi dan kambing. Kedua agar selalu memantau terhadap peredaran penjualan daging yang mengandung zognosisi antraks di wilayah pasar masing-masing.

Ketiga, menginformasikan dan mengimbau kepada pedagang dan penjual daging untuk lebih intensif dan cermat dalam pemilihan daging sehat, sehingga pembeli terhindar dari produk daging yang dijual terkontaminasi antraks yang merugikan konsumen.”Ke empat melaporkan segera kepada pihak-pihak terkait bila menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam transaksi jual beli daging,’’ kata Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul Ari Setiawan.

Ari mengatakan, SE ditujukan untuk 38 pasar yang ada di seluruh Kabupaten Gunungkidul. Surat edaran disampaikan melalui delapan koordinator Pengelolaan Pasar se-Kabupaten Gunungkidul. “Langkah dinas memberikan sosialisasi kepada pedagang, blantik dengan dasar  surat edaran,” kata Ari Setiawan kemarin.

Dia menjelaskan, selain memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli daging, surat edaran itu sekaligus upaya mendongkrak omzet pedagang di tengah penanganan penyakit antraks. Berdasarkan laporan, dalam satu bulan terakhir omzet para pedagang daging di wilayahnya terjadi penurunan secara signifikan.

Kepala Disperindag Kabupaten Gunungkidul Johan Eko mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) berkaitan dengan pembatasan lalu lintas hewan ternak. Tidak hanya itu, setiap transaksi jual beli hewan ternak terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan. “Itu yang kami lakukan berkaitan dengan tidak lanjut terbitnya SE waspada antraks,” kata mantan camat Ponjong itu.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Budisatrio Djiwandono mengapresiasi langkah Pemkab Gunungkidul dalam menangani antraks. Menurutnya, sejauh ini dari Pemkab Gunungkidul, Provinsi DIJ, Kementrian Kesehatan sudah cukup tanggap dalam menanggulangi penyebaran antraks di Gunungkidul. “Sejauh ini berhasil mengisolasi penyebaran antraks sehingga tidak meluas,” kata Budisatrio Djiwandono. (gun/din)