RADAR JOGJA  – Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Burkan Rudy Satria meyakini korban UD Sakinah lebih dari jumlah laporan kepolisian yang masuk. Dia meminta agar para korbannya segera melapor ke jajaran Polda DIJ.

Tujuannya  memudahkan penyidikan hingga penentuan sanksi pasal.
Dalam kasus ini, Burkan memastikan tersangka Indriyana Fatmawati dan Muhammad Wahyudin dapat dijerat pasal berlapis. Tak hanya Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP. Jika memiliki bukti yang kuat dapat dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Bisa dijerat dengan pasal tersebut kalau buktinya kuat. Jadi kami himbau agar korban-korbannya segera melapor. Saya yakin masih banyak korban yang belum lapor,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Senin (3/2).

Saat ini terdapat enam laporan yang telah berproses. Empat laporan ditangani Ditreskrimum Polda DIJ. Adapula masing-masing satu laporan ditangani Polresk Depok Timur dan Polres Sleman. Seluruhnya diproses secara terpisah sesuai laporan para korban.

Terkait modus, tersangka, lanjutnya, mengiming-imingi korban dengan beragam janji. Pertama berupa kerja sama sebagai supplier kebutuhan sembako ke sejumlah hotel di Jogjakarta. Lalu ada yang berupa kerja sama supplier gula.

“Seluruhnya dijanjikan keuntungan profit 10 hingga 12 persen per event-nya. Total kerugian yang tercatat di kami untuk sementara sebesar Rp 15,6 miliar,” ujarnya.

Kasus di Polsek Depok Timur berupa investasi pengadaan gula. Korban dijanjikan keuntungan Rp 350 per kilogramnya. Dalam perjanjiannya, pelaku membeli gula Rp 250 ribu perkarungnya. Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp 804 juta.

“Kami berhasil menyita sejumlah barang bukti. Meliputi buku laporan keuangan, nota atas nama UD. Sakinah. Kartu ATM beserta buku tabungan dan juga dua cek kosong salah satu bank swasta senilai total Rp 804 juta. Uang tunai hanya Rp 1 juta,” katanya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto mendorong agar para korban berani melapor. Pihaknya siap memfasilitasi seluruh laporan yang masuk. Termasuk jika aksi penipuan berlangsung di wilayah Jogjakarta.

“Silakan datang ke Polda DIJ untuk melaporkan jika memang menjadi korban dari kedua tersangka. Agar proses penangan dan juga proses koordinasi penyidikan lebih mudah,” pesannya. (dwi/ila)