RADAR JOGJA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ resmi memiliki pemimpin baru. Ketua Dewan Komisioner OJK Pusat Wimboh Santoso melantik Kepala OJK DIJ Parjiman, menggantikan Untung Nugroho, Senin (3/2) di The Kasultanan Ballroom Royal Ambarrukmo. Untung Nugroho dimutasi menjadi Kepala OJK Sumatra Selatan.

Wimboh mengatakan, Pimpinan OJK DIJ yang baru harus mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan di DIJ yang akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia bahkan global. Mulai dari mengurangi angka pengangguran, angka kemiskinan serta meningkatkan perekonomian DIJ.

Dia menyatakan pembiayaan keuangan bagi UMKM di DIJ Melalui KUR oleh berbagai perbankan yang ditunjuk Pemerintah harus menjadi prioritas. Terlebih bunga KUR saat ini sudah diturunkan menjadi 6 persen untuk kluster tertentu untuk meningkatkan efisiensi waktu distribusi kredit. Pihaknya juga menyatakan siap membantu serta mendukung percepatan investasi terhadap pembangunan infrastruktur di DIJ.

“Saat ini pertumbuhan perekomomian DIJ  mampu  tumbuh diatas rata-rata nasional yaitu lebih tinggi dari angka nasional yaitu 6,61  persen. Pertumbuhan  ini turun sedikit dari tahun  lalu sebesar 7,32 persen.  Sementara itu dari sisi perkreditan, Jogja juga tumbuh lebih tinggi dari nasional yaitu 7,28 persen, sedangkan nasional 6,0 persen. Demikian juga dana dari masyarakat DIJ mampu tumbuh 7,39 persen, sementara nasional hanya 6,54 persen,” papar Wimboh.

Sementara itu Gubernur DIJ Sri Sultan HB X berpesan kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) agar segera memetakan peluang bisnis dan jenis-jenis profesi baru sebagai multiplier effects dibangunnya Yogyakarta International Airport (YIA).

“OJK DIJ harus lebih cermat dan selektif tetapi inovatif dalam menjalankan operasi pengawasan mikro-prudensial terhadap sektor jasa keuangan. Dengan adanya peningkatan investasi di jogja kita dapat membangun masyarakat yang produktif, sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat dan pengurangan kesenjangan pendapatan,” tegas Sultan.

HB X berharap OJK DIJ lebih memperhatikan percepatan akses untuk mendorong sektor keuangan dengan berani mengambil risiko yang diperhitungkan. Tujuannya agar dana-dana idle dapat dioptimalkan untuk investasi.

“OJK DIJ hendaknya mendorong terlaksananya program yang merata, partisipatif dan inklusif,” ujar Sultan. (sky/tif)