RADAR JOGJA – Tahap renovasi Stadion Mandala Krida yang bakal digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 2021 terus diupayakan. Terkait biaya renovasi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengajukan dua opsi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Seksi Sosbud Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Prambudi Setiono mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan dan bantuan pembiayaan renovasi Stadion Mandala Krida. “Opsi tersebut sesuai standar yang ditetapkan PSSI Pusat berdasar FIFA,” ujarnya.

Dua opsi yang dimaksud yaitu soal pengerjaan renovasi yang nantinya akan diselesaikan secara menyeluruh dan permanen sesuai standar yang ditentukan FIFA. Seluruh fasilitas yang belum berstandar FIFA akan dianggarkan dengan total sebesar Rp. 88 miliar.

Dalam pilihan pertama, kursi stadion seluruhnya akan diganti dengan single seat yang berjumlah 21 ribu. Serta, penambahan dua ruang ganti secara permanen, lalu pemasangan lampu lapangan, dua buah papan skor giant screen di sisi utara dan selatan, genset, dan penataan lingkungan.

Sementara, untuk opsi kedua renovasi meliputi pemasangan single seat sebanyak 10 ribu unit, pemasangan lampu lapangan, papan skor giant screen, genzet, penataan lingkungan, dan pembuatan dua ruang ganti tambahan yang tidak permanen. Nah, pilihan kedua ini menelan biaya sekitar Rp. 62 miliar.

Selain itu, sejumlah lapangan pendamping yang telah mendapat rekomendasi, diantaranya Lapangan UGM, Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Stadion Sultan Agung (SSA), dan Lapangan Kenari. “Tapi kami menunggu pengajuan besaran renovasi dari masing-masing lapangan latihan untuk kami ajukan ke Kemenpora. Sebab, dana renovasi semua berasal dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Prambudi mengatakan biaya beberapa item penambahan fasilitas stadion Stadion Mandala Krida, seperti pemasangan lampu lapangan mencapai Rp 36,9 miliar. Lalu, untuk pemasangan single seat mencapai Rp. 17,5 miliar. Kemudian, biaya renovasi empat ruang ganti pemain dan wasit diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 6,3 miliar, pemasangan papan skor di dua sisi mencapai Rp. 5 miliar. “Pemasangan lampu lapangan akan menjadi pengeluaran yang terbesar. Biaya lain akan terpakai untuk sound system, renovasi ruangan VVIP, lampu untuk lingkungan stadion, juga genset,” bebernya. (ard/bah)