RADAR JOGJA – Utami tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menerima santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Jogjakarta. Utami menerima santunan sebesar Rp 2,493 miliar.

“Saya tak menyangka ada santunan sebesar ini, tadinya saya tidak bekerja, (santunan) ini bisa untuk menunjang kehidupan kami,” kata Utami di sela upacara peringatan bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Kamis (6/2). Suaminya Saul Maranata Butar Butar, yang merupakan Executive Chef di Hotel Tentrem Jogja meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di perempatan Monjali 27 Oktober lalu.

Utami yang tinggal di Surabaya pun mengaku sanat dibantu dalam proses pengajuan klaim JKK. Hingga akhirnya dia mendapatkan santunan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Andung Prihadi Santoso mengatakan, mayoritas kecelakaan kerja yang dialami pekerja di DIJ karena kecelakaan lalu lintas. “Sekitar 85 persen karena kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Menurut dia, risiko kecelakaan kerja tak hanya ketika berada di kantor. Tapi juga saat hendak berangkat atau pulang maupun bertugas di luar kantor. Itu juga karena banyak tenaga kerja di DIJ yang berada di usaha ritel. “Seperti toko jejaring itu, mobilitas mereka tinggi,” ungkap birokrat yang berlatar pendidikan dokter itu.

Andung pun menyebut hal itu menjadi evaluasi bersama. Termasuk pihak kepolisian. Terkait disiplin berlalu lintas di DIJ.

Kepala BPJamsostek Cabang Jogjakarta Ainul Kholid menambahkan, kejadian kecelakaan lalu lintas yang menimpa Saul termasuk dalam risiko kecelakaan kerja. Saat itu Saul akan bertugas ke Semarang. Tapi saat hendak menuju terminal, dia mengalami kecelakaan lalu lintas hingga akhirnya meninggal. “Itu juga bagian yang kami lindungi dalam JKK,” ungkapnya.

Ainul menyebut, ampai saat ini jumlah perusahaan yang menjadi peserta 240.065 perusahaan sementara sektor jasa konstuksi 2.834 proyek. Adapun peserta 262.674 orang, pekerja migran indonesia 1.924 orang dan perserta informal 29.122 orang dan jasa konstruksi sebanyak 74.033 orang.

Dia juga menyebut, sebagian besar pekerja yang menjadi peserta bekerja di sektor ritel, perhotelan, koperasi dan lainnya. Pemberian perlindungan bagi para pekerja tersebut, bertujuan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru terjadi risiko kecelakaan kerja,” ujarnya. (tor/pra)