RADAR JOGJA – Di tengah ancaman tanah longsor, banjir dan angin kencang, penanganan  rehab rekon bencana Tropis Cempaka 2017 sedang berlangsung.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Handoko mengatakan, rehab rekon tahap perama sudah selesai, menelan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk pengerjaan rekontruksi rumah, pembangunan jalan Gubet-Ketelo di Kecamatan Gedangsari, jembatan Tahunan Paliyan, dam parit Ngeposari Semanu, Mojorejo Nglipar, TPA Wukirsari Semanu dan delapan sekolah dasar (SD).

Dijelaskan, untuk rumah  masing-masing kepala keluarga (KK) terdampak mendapatkan bantuan senilai Rp 96 juta. Rumah yang dibangun sama dengan tipe 36. ”Didesain dengan tahan bencana,” kata Handoko kemarin (6/2).

Wilayah yang mendapat bantuan rehab rekon rumah berada di  Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Ponjong dan Tepus. Sedangkan sebelas KK yang menempati Sultanat Ground (SG) merupakan warga Manggung, Ngipik dan Tegalrejo di Kecamatan Gedangsari. Warga terpaksa direlokasi ke tanah SG lantaran termasuk ke dalam zona rawan longsor.

Dijelaskan, tahun ini target rehab rekon bisa selesai. Targetnya realisasi pembangunan tiga jembatan dan satu gedung SMP. Jembatan ada di wilaya Jelok, Beji, Patuk, dengan nilai Rp 12,8 miliar. Lalu dua jembatan di wilayah Desa Katongan, Kecamatan Nglipar dengan total anggaran sebesar Rp 21,9 miliar. Kemudian SMP N 3 Saptosari anggaran mencapai Rp 9,7 miliar.

“Pembangunan fisik atau pengerjaan diperkiraan pada bulan April 2020, karena pertimbangan cuaca,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk lokasi relokasi SMP N 3 Saptosari tetap berada di wilayah setempat yakni, Padukuhan Gedangklutuk, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Dalam desain, bangunan lembaga pendidikan tersebut nantinya berlantai dua.

“Tahun ini dana rehap-rekon sudah rampung, namun dari sisa lelang dari jembatan bisa digunakan untuk usulan-usulan yang telah deiverifikasi. Tahun ini enam SD di-cover dengan sisa lelang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, proses relokasi SMP N 3 Saptosari tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM). “Sementara waktu, peserta didik masih bisa menempati bangunan lama,” kata Bahron Rasyid.

Seperti diketahui, lembaga pendidikan tersebut sering menjadi langganan banjir. Terparah pada saat bencana siklon cempaka 2017. Genangan air merusak aset sekolah dan sempat mengganggu KBM. (gun/bah)