RADAR JOGJA – Sebanyak 4.647 warga Kulonprogo belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Penyebabnya, persediaan blangko di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kurang.

Kepala Disdukcapil Kulonpogo, Aspiyah mengatakan, pemohon sudah mengajukan pembuatan e-KTP namun belum bisa mencetakan kartu dan terpaksa baru mendapatkan surat keterangan (suket) e-KTP. ”Sebagian bahkan sudah menunggu hingga hampir setengah tahun,” ungkapnya Kamis (6/2).

Dijelaskan, persediaan blangko e-KTP di kantornya menipis, blangko datang setiap bulan dari pemerintah pusat namun kuotanya lebih sedikit dibandingkan warga yang mengajukan pembuatan e-KTP.

“Jatah Kulonprogo hanya sekitar 500 blangko per bulan, sedangkan permintaannya ribuan. Kuota tersebut dalam waktu dua hari sudah habis,” jelasnya.

Ditegaskan, pihaknya sudah melaporkan persoalan ini ke Direktorat Jenderal Dukcapil, Kementrian Dalam Negeri dalam Rakornas Dukcapil se-Indonesia November 2019 lalu. “Kami usulkan untuk menetapkan DIJ, khususnya Kulonprogo sebagai daerah pertama yang berhasil menuntaskan persoalan pendataan. Artinya mereka yang sudah mengajukan e-KTP harus segera dapat e-KTP,” tegasnya.

Kulonprogo, rencananya akan mengajukan 12.000 blangko, sebanyak 5.000 blangko untuk menuntaskan KTP yang belum dicetak saat ini. Selebihnya untuk pelayanan hari-hari ke depan. (tom/bah)