RADAR JOGJA – Sebanyak 37 mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima bantuan sosial beasiswa senilai total Rp 150 juta. Bantuan beasiswa dari dari Laznas BSM Jogjakarta ini diserahkan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) di Kampus I UAD, Kamis (6/2).

Rektor UAD Dr Muchlas MT menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa telah diseleksi dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebagai ukuran. Salah satunya aspek kejujuran dengan mendeteksi sikap sehari-hari. Didukung database portofolio dalam bidang non akademik dan keaktifan berorganisasi. Terlebih fokus saat ini membekali mahasiswanya dengan keterampilan yang dibutuhkan stakeholder di dunia industri maupun pendidikan.

“Yang penting bagaimana menyambut era disrupsi ini,” ujarnya.

Menurutnya, beasiswa tersebut sebagai motivasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasinya. Meski para mahasiswa telah difasilitasi orang tua, Muchlas berharap beasiswa ini bisa melengkapi.

“Ini sebagai komplementasi, semoga bisa menjadi contoh mahasiswa lainnya dan tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas akademik sebagai mahasiswa berprestasi,” pesannya.

Wakil Rektor III Bidang Kehidupan Kampus, Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr Abdul Fadlil MT menambahkan, syarat utamanya mahasiswa tersebut harus memiliki kualitas edukasi yang baik ditunjukkan dengan IPK minimal 3.00.

“Selain itu, mahasiswa harus memiliki prestasi di dalam dan luar kampus serta dilihat dari segi finansialnya atau yang kurang mampu,” tambahnya.

Selain beasiswa dari Laznas BSM adapula beasiswa lainnya seperti bidikmisi, beasiswa Supersemar, beasiswa Baznas, beasiswa Lazismu, Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), bea-mahasiswa dan beasiswa lain yang bersifat tentatif.

Kerjasama bantuan beasiswa dengan Laznas BSM sendiri telah terjalin sejak 2015 sebesar Rp 120 juta untuk 30 mahasiswa. Jumlah beasiswa yang diberikan dan mahasiswa penerima meningkat setiap tahunnya. Fadlil menyebutkan, untuk beasiswa tahun 2019 juga diberikan kepada 37 mahasiswa. Setiap mahasiswa menerima sekitar Rp 4 juta.

“Beasiswa itu sangat diperlukan mahasiswa untuk menyelesikan studinya, bagian penting untuk meringankan mahasiswa, karena setiap menjelang masa pembayaran SPP ada saja mahasiswa yang mengajukan dispensasi penundaan pembayaran,” ungkapnya.

Area Manager Perwakilan BSM Jogjakarta Agung Nugroho Dewanto berharap beasiswa tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya. “Keinginan kami hanya belajarlah dengan tekun, memberikan nilai terbaik dan membanggakan orang tua, ” pesannya di hadapan para mahasiswa. (tif)