RADAR JOGJA – Panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2019 di DIJ benar-benar tegas. Mereka melarang peserta tes membawa barang yang tidak terkait dengan tes ke dalam tempat tes di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa Jogjakarta kemarin (7/2). Langkah ini untuk menghindari terjadinya kecurangan.

Panitia meminta peserta melepas aksesori yang dikenakan. Sejumlah peserta diminta melapas jam tangan, gelang, pulpen, bros, dan aksesori lainnya. Barang-barang itu harus dilepas sebelum masuk ruangan tes. Dititipkan ke panitia.

”Ada beberapa peserta yang seharusnya tidak membawa sesuatu yang tidak perlu. Hal tersebut untuk menghindari kecurangan,” jelas Koordinator Lapangan Panitia Seleksi untuk Pendaftar Pemprov DIJ Ponirin.

Selain itu, ada beberapa peserta terlambat. Namun, mereka tetap diizinkan mengikuti tes.

“Ada beberapa peserta, sekitar lima sampai sepuluh peserta, yang terlambat hadir. Sekitar sepuluh menitan dari jadwal yang sudah ditentukan. Tetapi mereka tetap masih bisa ikut tes,” jelasnya.

Ponirin menyebutkan, hari pertama dilaksanakan tiga kali tes. Yakni, sesi dua, empat, dan lima. Sesi dua mulai pukul 08.30, sesi empat pukul 13.00, dan sesi kelima pukul 15.00.

”Sesi satu dan sesi tiga kosong karena sesi pertama digunakan untuk persiapan. Sesi ketiga untuk Jumatan, karena ini (kemarin) kan hari Jumat,” tuturnya.

Tes kemarin dijadwalkan diikuti 1.575 peserta. Sesi pertama diikuti 502 peserta. Sesi kedua ada 505 peserta. Sesi ketiga dihadiri 504 peserta.

Menurutnya, pelaksanaan tes hari pertama kemarin tidak ada kendala. Jaringan komputer yang digunakan peserta tidak mengalami gangguan. ”Untuk jaringan sudah kami persiapkan sejak H-6. Kemudian H-3 semua unit sudah lengkap. H-1 sudah dicek kembali. Insyaallah tidak ada kendala. Harapannya, ke depan akan seperti itu terus,” paparnya.

Peserta tes tersebut berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Mereka tampak antusias mengikuti tes. Sebagian dari mereka mengaku mempersiapkan diri dengan serius. Termasuk ikut les privat.

Anindya Sukma Putri, peserta asal Sleman, mengaku sudah mengikuti tes sebanyak tiga kali. Dua kali dalam tes di kementerian dan sekali di Pemprov DIJ.

Perempuan 25 tahun itu mengatakan tidak begitu mengalami kesulitan saat mengerjakan soal tes. Dia merasa lebih santai dibanding saat mengikuti tes pada tahun-tahun sebelumnya.

”Saat ini saya lebih pasrah. Lolos, syukur. Tidak lolos, juga tidak apa-apa,” ujarnya. (cr1/amd)