RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana lahar dingin seiring dengan datangnya musim penghujan saat ini. Kewaspadaan ini terutama juga kepada para penambang pasir.

Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan, potensi ancaman lahar dingin cukup tinggi saat musim hujan ini. Terlebih apabila hujan cukup deras mengguyur bagian puncak gunung.”Apabila di puncak sedang terjadi banjir, diharapkan segera naik ke atas,” pesannya.

Dikatakan, aliran lahar dingin bisa mencapai panjang lima kilometer. Meskipun begitu, Makwan menyebut tidak akan mengancam permukiman warga. Sebab pihaknya sudah melakukan antisipasi, yakni dengan memanfaatkan sabo dam di Kali Gendol. Selain itu pencegahan banjir lahar dingin juga didukung dengan keberadaan beberapa lubang bekas galian tambang.

Lubang-lubang bekas galian ini berfungsi sementara sebagai tempat penampungan aliran lahar dingin. Banyaknya lubang ini bisa mengantisipasi melubernya aliran lahar dingin dari wilayah atas. “Hingga saat ini, sabo dam masih kosong dan belum terisi,’’ jelasnya.

Upaya mitigasi juga disiapkan melalui penyiagaan lima sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) yang terpasang di beberapa titik. Yakni di Kali Gendol, Kali Gowong, dan Kali Opak.
Selain potensi banjir lahar dingin, hujan deras di bagian puncak Merapi juga akan berpotensi menggerus tebing di sekitar aliran. Longsor menjadi potensi yang dimungkinkan terjadi. (inu/din)