RADAR JOGJA – Warga Kulonprogo yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) boleh sedikit menghela nafas lega. Krisis blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo telah mendapat tambahan 6.000 blangko dari Direktorat Jenderal Dukcapil, Kementrian Dalam Negeri.

Blanko tiba di Kantor Disdukcapil Kulonprogo, Jumat (7/2). Blanko tersebut untuk menindaklanjuti keterbatasan persediaan blangko E-KTP di Kulonprogo. Sebab, sebanyak 4.647 warga Kulonpogo sudah melakukan perekaman E-KTP namun tak kunjung menerima cetakan kartu. “Kami sudah siap layani cetak KTP massal di 12 kapanewon. Pemegang surat keterangan pengganti e-KTP bisa ke kapanewon atau Dinas Dukcapil untuk dicetakkan e-KTP,” ucap Kepala Disdukcapil Kulonpogo, Aspiyah, Minggu (9/2).

Blangko e-KTP rencana mulai dicetak secara bertahap Senin (10/2). Petugas operator Siak di Dukcapil maupun di 12 kapanewon di Kulonprogo dipastikan siap melakukan pencetakan. Usai cetak, kartu bakal diprioritaskan kepada warga yang sudah melakukan perekaman namun belum memperoleh e-KTP. “Tambahan blangko ini sementara sudah lebih dari cukup. Jika stok mulai menipis bisa mengajukan permohonan lagi, sementara ini blangko aman,” jelasnya.

Menurut dia, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mendukung penuh langkah Disdukcapil Kulonprogo. Hal itu dibuktikan dengan memberikan blanko yang mencukupi untuk pelayanan harian. “Juga sudah memberi arahan kepada seluruh Dukcapil di Indonesia untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya. (tom/pra)