RADAR JOGJA – Keganasan ombak laut selatan kembali menelan korban jiwa. Tujuh mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta dan Jogja yang datang dalam satu rombongan terseret ombak Pantai Parangtritis. Lima orang bisa diselamatkan meski dalam kondisi lemas, satu tewas, dan satu hilang.

Korban meninggal dunia atas nama Eagan Chang Wen Tan, 20,  asal Batam, sementara Jeven Samuel Rendawa, 20, asal Pekanbaru (Riau) hingga kemarin sore belum ditemukan. Tim SAR Pantai Parangtritis dibantu nelayan masih terus melakukan pencarian.

Menurut Muhammad Windi, 20, salah seorang teman korban mengtakan, mereka berdelapan tiba di Pantai Parangtritis, Sabtu (8/2) sekitar pukul 20.00. Kedatangan rombongan di pantai yang terletak di Kecamatan Kretek, Bantul, itu untuk refreshing dan kumpul bersama.

Usai makan, kata Windi, dirinya ketiduran. “Saya tidak tahu tujuh teman saya pergi ke mana saat itu. Saat terbangun, saya langsung mencari teman-teman  saya,” ungkap Windi dengan raut muka sedih  di sela menunggu pencarian Jeven Samuel Rendawa Minggu (9/2).

Windi awalnya berjalan menyusuri pantai, sambil menanyakan ke rombongan wisatawan lain yang berada di tepi pantai, kemungkinan melihat teman-temannya. “Ada yang mengaku melihat mereka berenang. Lalu di rombongan kedua, ada yang bilang mereka berenang ke tengah,” kata Windi.

Mahasiswa asal Samarinda ini mengaku sempat kaget dan khawatir. Ini karena  rombongan wisatawan lain itu tidak melarang tujuh teman-temannya yang berenang di laut. Karena tidak segera menemukan teman-temannya, Windi sekitar pukul 23.00 lalu melapor ke SAR Parangtritis.

Tim SAR segera melakukan pencarian. Dalam pencarian itu, lima teman Windi akhirnya bisa ditemukan selamat. Mereka adalah Gabriyel Zefanya Gerugan, 18, asal Manado; Leonardo Manihuruk, 20; Kevin Hasiholen, 18,  asal Pekanbaru, Fazar Hosie Napitupulu, 18, dan  Dante Levi Benedict, 19, asal Medan.

“Saya nggak tahu bagaimana mereka lolos dari ombak. Saat kembali ke pantai, tiga teman saya selamat dalam keadaan lemas. Disusul satu orang, dan satu orang kemudian,” ungkap Windi.

Pencarian terus dilakukan hingga kabar buruk itu datang. Pada Minggu (9/2) sekitar pukul 03.00, Eagan Chang Wen Tan ditemukan Tim SAR dalam keadaan meninggal dunia. “Keluarga sudah dihubungi. Katanya bergegas ke sini,” ujar Windi.

Koordinator SAR Wilayah III Pantai Parangtritis Muhammad Arif Nugroho mengatakan, para korban itu berenang hingga ke tengah dan tidak menyadari berada di palung laut. Dalam pencarian ini, pihaknya mengerahkan tim gabungan sebanyak 69 personel.

Pencarian awal dilakukan Sabtu pukul 23.00 hingga Minggu pukul 04.00 melalui jalur darat. Kemudian dilanjutkan lagi penyisiran melalui jalur darat dan air.  Penyisiran air menggunakan satu unit perahu jukung. “Lanjut lagi pukul 05.30 tadi hingga sekarang (pukul 17.00, Red),”  ungkap Nugroho di Pos Tim SAR, Minggu (9/2).

Jenazah korban tewas Eagan Chang Wen Tan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Jogjakarta untuk dilakukan otopsi. (mel/laz)