RADAR JOGJA – Langkah ketat disertai penggeledahan yang dilakukan panitia terhadap peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), rupanya bukan tanpa sebab. Panitia tak ingin ada peserta yang membawa barang-barang seperti jimat dalam pelaksanaan tes.

Kenyatannya, pada hari terakhir tes untuk pendaftar Pemprov DIJ di Gedung Wana Bhakti Yasa, Minggu (9/2), telah ditemukan segenggam garam di barat gedung lokasi tes, di depan penyimpanan tas. Segenggam garam itu juga disertai bau kemenyan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Agus Supriyanto membenarkan adanya temuan garam yang berbau kemenyan itu. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah itu merupakan jimat yang digunakan oleh peserta tes. “Garam ditemukan pukul 08.00. Jangan buruk sangka dulu,” jelasnya saat ditemui Radar Jogja, kemarin (9/2).

Dikatakan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada peserta tes jika memang itu kelakukan peserta. Pihaknya tidak akan ikut campur karena sudah menjadi urusan masing-masing. “Keberhasilan suatu tes, lolos atau tidaknya kan bukan karena itu. Itu hanya kepercayaan mereka saja. Sekali lagi, kalau itu memang benar milik peserta,” tegasnya.

Temuan segenggam garam itu menjadi heboh setelah akun twitter BKD DIJ mengunggah foto tersebut. Banyak tanggapan atau komentar dari warganet. Pihak BKD DIJ sendiri mengimbau kepada para peserta untuk tetap percaya diri saat menjalani tes.

Korlap Panitia Seleksi Poniran menyebutkan, temuan itu hanya pada hari terakhir tes. Hari-hari sebelumnya tidak ada temuan yang ganjil dari para peserta. “Mungkin hanya beberapa peserta tes yang tidak tertib saja seperti kostum dan aksesori yang digunakan peserta,” jelasnya.

Ia menyebutkan masih ditemukan peserta tes yang salah menggunakan kostum. “Masih ada peserta yang tidak menggunakan baju putih. Ada juga yang tidak menggunakan celana warna hitam,”  tambahnya.

Pihaknya tetap memberikan kesempatan untuk menyesuaikan seperti ketentuan. Para peserta yang tidak sesuai dengan ketentuan, masih ada waktu untuk memyesuaikan. “Misalnya pinjam temannya atau beli dulu kalau ada waktu. Kemudian di studio ada baju putih bisa dipinjam. Yang penting saat masuk sesuai ketentuan,”  tandas Poniran. (cr1/laz)