RADAR JOGJA – Pemerintah diharapkan segera menyelesaikan penanganan virus korona. Terutama menuntaskan alur koordinasi dari tingkat pusat ke daerah dalam penanganan penyakit yang awalnya muncul di Tiongkok tersebut.

Langkah ini diperlukan agar tidak ”menganggu” sektor pariwisata. Terutama saat peak season sehingga industri pariwisata tetap mampu memaksimalkan pendapatan.

Kepala Disporapar Jateng Sinung Nugroho Rachmadi menyatakan, saat ini penyebaran virus korona belum berdampak signifikan terhadap industri pariwisata. “Harapannya penanganan dari pusat ke daerah mampu diselesaikan dalam tiga bulan. Bisa mengejar melakukan penataan. Supaya Agustus bisa ngejar, soalnya sudah peak season,” jelasnya saat dihubungi kemarin (9/2).

Peak season merupakan masa di mana puncak musim liburan. Dalam rentang waktu ini industri pariwisata mampu meraup keuntungan paling banyak.

Sedangkan sat ini termasuk masa low season. Di mana, kebutuhan masyarakat berwisata masih sangat minim.

Low season saat ini merupakan salah satu faktor kenapa penyebaran virus korona tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisata. “Ini juga sedang dalam low season. Kunjungan masih dalam meeting, conference,” jelasnya.

Selain itu, wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Jawa Tengah memang tidak banyak. “Dampak virus korona ada tapi tidak signifikan. Karena wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Jawa Tengah menduduki ranking tujuh atau sekitar 0,52 persen dari total 691 ribu wisatawan. Jadi, sekitar 35 ribu wisatawan Tiongkok,” jelasnya.

Saat ini Disporapar Jateng sedang menutup akses wisatawan dari maupun menuju ke Tiongkok. Setidaknya, kebijakan ini berlaku sejak Rabu (5/2). “Sementara kami tutup dari dan menuju ke Tiongkok sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Sebelum travel warning keluar menyusul wabah akibat virus korona, Disporapar Jateng sempat mengembalikan ratusan wisatawan dari Tiongkok. “Di Bandara Adi Sumarmo, Solo, 178 wisatawan kami kembalikan demi kepentingan nasional. Waktu itu travel warning belum keluar. Tapi, kami antisipasi agen tour juga bisa mengerti,” jelasnya. (asa/amd)