RADARJOGJA – Tanaman hias yang ditempatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo di seumlah titik stratgis menjadi objek usil warga yang tidak bertanggung jawab. Belasan tanaman dirusak. Tanaman dicabut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Purworejo Al Bambang Setyawan mengungkapkan, ada dua jenis tanaman yang hilang dari tempatnya. Yakni, dua bougenvile dan soka.

“Ditilik secara nilai memang tidak seberapa. Tapi, kalau terus-terusan hilang, ya kami yang repot,” kata Bambang, Senin (10/2).

Menurutnya, tanaman itu ditanam di jalan protokol Purworejo pada akhir tahun lalu. Ditanam di pot-pot berbentuk manggis. Ada puluhan pot manggis. Keberadaan pot itu dimaksudkan sebagai identitas buah unggulan lokal dan memperindah wajah kota.

Dijelaskan Bambang, tanaman yang dirusak itu sebenarnya jenis tanaman umum. “Kita memilih tanaman bougenvile karena berkembangnya cepat. Selain itu, tidak terlalu mahal. Diharapkan enam bulan setelah masa penanaman sudah mulai terlihat bunganya,” ujarnya.

Lebih jauh Bambang mengatakan, sebenarnya Pemkab Purworejo sudah menempatkan rekaman dari beberapa close circuit television (CCTV) di dekat tanaman. Keberadaan CCTV itu tampaknya kurang diketahui masyarakat.

“Yang ada CCTV dan terkoneksi ke dinkominfo itu ada dua lokasi yakni Taman Taman Kresna Duta dan Geger Menjangan. Tujuannya untuk memantau tanaman dari kejauhan,” tambahnya.

CCTV yang terpasang tersebut pernah merekam tindakan negatif warga. Yakni, saat wagra itu mengambil bunga di Taman Kresna Duta. Namun, pemkab tidak melakukan penindakan karena dimungkinkan warga tersebut tidak paham.

“Kami ke depan akan lebih ketat lagi. Tidak menutup kemungkinan jika terjadi lagi, kami akan melaporkan hal itu ke pihak berwajib,” tambah Bambang. (udi/amd)