RADAR JOGJA – Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Presiden di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) memasuki hari kedua, kemarin (11/2). Persaingan antarpeserta semakin ketat.

Ketua Pelaksana Kejurnas Pencak Silat Piala Presiden Yoga Saputra menuturkan, sampai dengan Selasa (11/2) sore, telah mempertandingkan 120 pertandingan untuk babak penyisihan. Itu meliputi kategori tanding. Sedangkan untuk kategori seni baru akan digelar besok.

Kejurnas kali ini, memperebutkan 10 medali emas untuk kategori tanding putra, 6 medali emas untuk kategori tanding putri. Selanjutnya ada 3 medali emas untuk kategori seni tunggal, ganda, dan beregu putra, dan 3 medali emas untuk kategori seni tunggal, ganda, dan beregu putri.”Total ada 22 medali emas yang akan diperebutkan,’’ jelasnya.

Kejurnas  yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta ini diikuti 341 pesilat dari 51 kontingen  dari berbagai universitas di Indonesia. Karena merupakan ajang yang bergengsi, masing-masing kontingen memanfaatkannya untuk tampil maksimal demi meraih prestasi terbaik.

Pelatih Tim Pencak Silat UPNVY  Faisal mengatakan, tahun ini UPNVY ambil bagian sebagai peserta. Tahun sebelumnya, mereka hanya sebagai tuan rumah sebagai panitia penyelenggara saja. Pada penyelenggaraan tahun ini target UPNVY sampai ke babak final, dan meraih medali emas.

Sedangkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juara umum pada 2015 dan 2017, tahun ini mengirimkan dua tim. Mereka terdiri dari 20 putra dan 23 putri. Target dari UNJ untuk kejurnas tahun ini menjadi juara umum dan mempertahankan Piala yang mereka rebut tahun lalu, menjadi piala tetap karena berhasil tiga kali berturut-turut menjadi juara umum.

Pelatih Pencak Silat UNJ Eko Novian Saputro berharap kejuaraan ini kembali diadakan di tahun ganjil. Sebab, di tahun genap ada kejuaraan Piala Menpora.”Agar para atlet bisa fokus dalam kejuaraan ini,’’ harapnya.

Pembina Pencak Silat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Gatot Sugiharto menyebutkan, tahun lalu tim asuhannya berhasil menduduki juara umum tiga dengan meraih dua emas. Menurutnya, persaingan  di kejuaraan ini sangat kuat. Sebab, rata-rata pesilat yang tampil adalah atlet Pra-PON yang dipersiapkan menuju PON XX di Papua mendatang.”Saya rasa pesilat UAD sudah berusaha keras,’’ tegasnya.

Pada penyelenggaraan kejurnas dengan tema “Menumbuhkan Rasa Nasionalisme serta Melestarikan Ragam Budaya Bangsa melalui Pencak Silat” ini, panitia menyuguhkan maskot khusus. Maskot itu berupa Elang Jawa. Sang kreator maskot Hendrik Musak menjelaskan, Elang Jawa melambangkan hewan yang gagah dan berwibawa. Selain itu juga hewan lincah dan gesit. Layaknya para pendekar pencak silat muda. “Sebagai hewan yang selalu menjaga wilayah teritorialnya, Elang Jawa juga merepresentasikan semangat bela negara dan cinta tanah air,” kata Hendrik. (mg2/din)