RADAR JOGJA – Belasan tahun vakum tak menjadikan para personel Es Nanas kehilangan chemistry mereka. Terbukti dalam konser Jogja Reunion Hits di Crystal Lotus Hotel, Rabu malam (12/2). Kelima personelnya Rachel Vla (vocal), Leo Napitupulu (gitar), Brian Azhar (bass), Yuyud Gabeller (gitar) dan Kiki Marino (drums) mampu tampil maksimal.

Dalam konser ini, Es Nanas total membawakan sembilan lagu. Lima di antaranya merupakan karya maestro mereka. Sebut saja Apa Kabar, Apa Salahku, Ex Man, Janji, dan Kunang-Kunang. Seluruh penonton sontak bernyanyi sejak melodi dimainkan.

Persiapan untuk konser kali ini terbilang sangat mepet. Berada di tempat yang berbeda, latihan berlangsung secara terpisah. Awalnya keempat personel minus Rachel berlatih terlebih dahulu. Hingga akhir sang dedengkot datang dan mulai bergabung dalam latihan.

“Iya awalnya latihan tanpa saya dulu dua hari, karena saya masih perjalanan dari Norwegia. Baru setelah sampai Jogjakarta langsung hajar dengan latihan selama dua hari. Jadi total latihan empat hari,” jelas sang vokalis ditemui usai konser.

Perjalanan satu-satunya personel perempuan Es Nanas ini tidaklah mudah. Untuk menuju Jogjakarta, Rachel harus menempuh tiga hari perjalanan bersama sang suami. Perjalanan melalui jalur udara. Beberapa kali pesawatnya harus transit sebelumnya akhirnya tiba di Jogjakarta.

Maklum saja, sejak menikah, Rachel ikut suaminya ke Norwegia. Alhasil pertemuan dengan personel lainnya sangatlah minim. Namun semua itu terjawab dengan adanya teknologi whatsapp. Sebuah grup khusus dibuat untuk tetap menjaga komunikasi.

“Sebenarnya bisa perjalanan langsung tapi 30 jam dan pasti ini capek. Akhirnya pilih yang tiga hari,” katanya.

Lama tak bersua apakah tetap ingat dengan lirik dan instrument lagu. Rachel menjawab jujur. Ada beberapa part yang dia sempat lupa. Untungnya para personel lainnya mampu mengisi. Ditambah lagi para penonton yang sangat atraktif selama konser.

“Lagu masih hafal, tapi ada yang lupa sedikit liriknya. Tapi sangat senang dan terbayar setelah melihat antusias temen-temen. Banyak teman yang datang mendukung. Itu sudah senang sekali dan bersyukur,” ujarnya.

Aksi para personel yang tak lagi muda ini tetap atratktif. Sebut saja sang gitaris Leo. Menjelang akhir lagu, pria ini melucuti kaos miliknya. Tak mempedulikan dinginnya ruangan, Leo terus berjingkrak di atas panggung.

Bertugas sebagai pemetik senar, Leo harus bekerja ganda. Sesekali dia mengisi suara vocal dua saat bernyanyi. Namun tak ada rasa letih. Semuanya terbayar selama konser berlangsung. Tak hanya para penonton, namun rekan-rekan lawas sesama musisi yang juga hadir.

“Kami terakhir ketemu itu dua tahun lalu, manggung juga. Nah besok ini kami juga manggung lagi. Tepatnya 15 Februari di PKKH UGM. Dijamin lebih gila dari sekarang,” katanya.

Pertemuan ini tak hanya menjadi ajang nostalgia. Sebuah single lawas akan dihadirkan kembali. Kelimanya berjanji membawakan lagu ini dengan gaya yang lebih fresh. Tentu saja tanpa meninggalkan ciri khas Es Nanas.

“Lagu Tak Mampu, ini lagu lama tapi akan ditake ulang. Soalnya master lagunya sudah hilang. Ya ditunggu saja kejutannya,” ujar Yuyud. (dwi/ila)