RADAR JOGJA – Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Hanik Humaida memastikan tak ada erupsi susulan. Munculnya kolom asap bukanlah erupsi melainkan asap solfatara. Fenomena ini muncul sekitar pukul 05:30, Jumat pagi (14/2).

Hanik menuturkan, kemunculan asap solfatara adalah fenomana yang normal dan wajar. Terlebih Gunung Merapi masih terdapat aktivitas vulkanologi. Sehingga asap tersebut bisa muncul sewaktu-waktu.

“Bukan erupsi, melainkan emisi asap solfatara biasa. Ini bisa terjadi kapan saja,” jelasnya, Jumat (14/2)

Kondisi cuaca yang cerah membuat kepulan asap jelas terpantau. Fenomena ini sempat mengejutkan sejumlah warga kawasan lereng Gunung Merapi. Hanik meminta agar warga tak panik dan tetap bijak dalam mencari dan menyebarkan informasi.

Jajarannya terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Mulai dari pos pengamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga forum relawan. Tujuannya untuk memberikan informasi yang valid dan terbaru atas kondisi Gunung Merapi.

“Foto yang diambil tadi pagi sekitar pukul 05:30 terlihat asap solfatara. Hingga pukul 06:00 ketinggian asap solfatara teramati sekitar 400 meter. Kalau untuk status masih level II Waspada,” katanya. (dwi/ila)