RADAR JOGJA – Peristiwa angin kencang dan hujan deras pada Jumat (14/2) menyebabkan satu korban jiwa. Sami Utomo alias Samidi meninggal dunia setelah Toyota Kijang AB 1185 HB yang dikendarainya tertimpa pohon beringin besar. Pria berusia 50 tahun tersebut tak bisa menghindar dan akhirnya terjepit di ruang kemudi.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana menuturkan, peristiwa ini terjadi di Dusun Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul. Korban, lanjutnya, tengah melintas  di kawasan tesebut. Bertepatan saat pohon beringin tumbang ke area jalan.

“Kejadian pohon tumbangnya jam 16:30. Lalu warga dibantu relawan langsung mengevakuasi. Tapi karena ukuran pohon sangat besar, korban tidak bisa langsung dievakuasi,” jelasnya, Jumat (14/2).

Selain besar, batang pohon juga tepat menimpa kabin kemudi. Alhasil untuk mengeluarkan korban perlu usaha lebih. Terutama untuk mengangkat batang pohon beringin dari atas Toyota Kijang.

Evakuasi, lanjutnya, berlangsung berjam-jam. Bahkan sebuah alat berat diturunkan untuk mengangkat batang pohon tersebut. Hingga akhirnya berhasil diangkat dan tubuh korban berhasil dievakuasi.

“Saat diperiksa sudah henti nafas dan henti nadi atau sudah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Nur Hidayah. Berdasarkan identitas, korban tercatat sebagai warga asal Bawuran, Pleret, Bantul,” ujarnya.

Biwara menduga pohon penghuni simpang empat Terong tersebut telah lapuk. Terbukti dari usia pohon yang telah mencapai ratusan tahun. Selain itu juga memiliki diameter yang cukup besar.

Lokasi kejadian sendiri cukup ramai dilalui kendaraan. Simpang empat ini merupakan titik temu menuju Puncak Becici, Pleret, Dlingo, dan Patuk. Korban, lanjutnya, berkendara dari arah Temuwuh menuju ke Bawuran.

Atas kejadian ini dia akan mendata sejumlah pohon lapuk sebagai antisipasi pohon roboh akibat angin kencang. Dia juga meminta instansi terkait bergerak cepat. Terutama yang memiliki kewenangan dalam pemeliharaan pohon dan perindang.

“Pohon-pohon itu memang membuat hijau, teduh dan indah. Tapi disisi lain bisa menjadi ancaman kalau tidak dikelola dengan baik. Perlu ada pemangkasan dan pengecekkan keropos atau tidak. Agar bisa diantisipasi ancaman robohnya,” katanya.

Berdasarkan data BPBD DIJ per pukul 21:00 ada puluhan pohon roboh akibat hujan. Di Kota Jogja mencapai 16 pohon tumbang, Sleman mencapai 25 pohon tumbang, Kulonprogo 2 pohon tumbang dan Bantul sebanyak 49 pohon tumbang. 

“Angka ini belum ditambah reklame dan baliho yang roboh. Penyebabnya memang angin kencang, tapi kalau sudah keropos bisa jadi ancaman sewaktu-waktu,” katanya. (dwi/tif)