RADAR JOGJA – Balas dendam. Itulah alasan yang dipakai geng pelajar Ma’arif Garis Keras (MGK) saat ditangkap kepolisian. Mereka ditangkap jajaran Polres Sleman di wilayah Kronggahan, Gamping pukul 04.00, setelah sebelumnya melukai pengguna jalan di wilayah Kasongan, Bantul.

Wakapolres Sleman Kompol M.Kasim Akbar Bantilan mengungkapkan, penyerangan oleh geng pelajar tersebut terjadi pada Sabtu (15/2) dini hari sekitar pukul 02.00. Kepada seorang pengguna jalan di Kasongan, Bantul. Para anggota geng itu ditangkap oleh petugas patroli ketika sedang melalukan aksi kebut-kebutan di perempatan Kronggahan. Kedelapan pelaku diduga sedang dalam pengaruh minuman beralkohol ketika beraksi.

Polisi kemudian melakukan pendalaman dan berhasil membekuk empat anggota geng lagi, sehingga total pelaku berjumlah 12 orang. Pelaku penyerangan bernama Rizkqy Setia Budi Ali, 20 yang diketahui merupakan alumni 2019 di SMK Ma’arif 1 Jogjakarta. Pelaku yang berstatus mahasiswa itu juga diketahui sebagai ketua geng MGK. “Untuk pelaku Rizky yang merupakan ketua geng, diproses oleh Polres Bantul terkait kasus penganiayaan karena kejadiannya di Bantul. Untuk yang kami tahan adalah pelaku Z,” ujarnya di Mapolres Sleman Minggu (16/2).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Sleman AKP Rudi Prabowo menyatakan, pelaku Rizky bertugas sebagai koordinator. Rudi mengatakan, pelaku Rizqy meskipun sudah alumni, punya peran penting dalam gang tersebut karena beperan sebagai ketua geng. Serta bertindak mengumpulkan massa dan merencanakan aksi penyerangan.

Hasil penyeldikan awal, adapun peran pengendara motor akrab disebut sebagai joki sedangkan eksekutor atau orang yang mengayunkan senjata adalah fighter. “Kami juga akan selidiki kemungkinan anggota geng lain yang mungkin masih belum diamankan,” imbuhnya.

Rizqy sendiri mengaku motif penyerangan pada Sabtu Minggu (15/2), adalah untuk balas dendam karena adik kelasnya sempat menjadi korban penyerangan oleh geng sekolah lain. Sasaranya, adalah geng yang diduga berasal dari SMA Negeri 3 Bantul.

Siswa yang sudah lulus dari SMK Ma’arif 1 Jogjakarta sejak 2019 ini menyatakan, masih punya rasa solidaritas tinggi terhadap geng sekolahnya. Dia mengaku tidak terima apabila salah satu anggota gengnya diserang oleh sekolah lain.”Saya pengen balas dendam karena dari kami ada yang kena. Saya kumpulkan anak-anak lewat komunikasi via WA,” ujar mahasiswa semester dua ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya membenarkan bahwa pelaku aksi kejahatan jalanan bernama Rizkqy Setia Budi Ali memang tengah diproses oleh pihaknya. Riko mengungkapkan, korban yang diserang adalah berinisial AM,19 warga Banguntapan berprofesi sebagai mahasiswa. Dia mengalami luka di bagian lengan. Dia mengaku kini sedang memproses joki dan pelaku penyerangan. “Untuk joki masih di bawah umur jadi kami titipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja, untuk RSA kami tahan atas kasus penganiayaan,” ujarnya. (inu/pra)