RADAR JOGJA – Festival dan Grebeg Durian Purworejo 2020 sukses besar. Setidaknya, itu tecermin dari lebih dua puluh ribu durian yang berhasil terjual selama saat tiga hari sejak Jumat (14/2) hingga Minggu (16/2).

Selain itu, gelaran yang diadakan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo itu mampu menghadirkan puluhan ribu pengunjung. Lokasi acara di Jalan RAA Tjokronegoro, kawasan Alun-Alun Purworejo, selalu ramai pengunjung.

Kepala DPPKP Purworejo Wasit Diono Wasit menyebutkan, Bupati Purworejo Agus Bastian menjanjikan kegiatan ini akan digelar kembali. Pemkab Purworejo akan melakukan persiapan lebih matang.

“Animo masyarakat untuk melihat dari dekat dan membeli durian Purworejo amat tinggi. Sejak dibuka pertama hingga penutupan, sungguh ramai,” kata Wasit Diono.

Menurutnya, gelaran yang membuka rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-189 Kabupaten Purworejo ini memang sengaja dilakukan di awal Februari. Ini mengingat pada Februari musim durian sudah mendekati usai.

“Penjual durian yang berpartisipasi juga baik. Dari rencana awal sebanyak 27 penjual, membengkak menjadi 32 penjual. Ini masih ditambah dari sembilan stan dari kecamatan penghasil durian di Purworejo,” imbuh Wasit.

Menurutnya, festival dan grebeg durian itu memiliki makna istimewa. Kegiatan itu mampu menunjukkan Purworejo adalah lumbung durian di Jawa Tengah.

Dia mengaku akan mengintensifkan program durenisasi untuk memperkuat brand durian yang dimiliki Purworejo. “Event besar yang dihelat di tempat terbuka baru kali ini. Selama ini kita menggelar kontes durian namun di dalam lingkungan kantor saja sehingga promosi ke luar kurang mengena. Ditampilkan di jalan kompleks Alun-Alun Purworejo ini ternyata sambutannya luar biasa,” tambah Wasit.

Diakuinya, para pedagang memiliki harapan agar kegiatan ini diperpanjang. Sebab, tingkat laku durian selama kegiatan ini amat tinggi.

Merespons hal tersebut, dia memiliki wacana untuk membuka sentra-sentra penjualan durian di berbagai titik di Purworejo. “Memang, mungkin perlu ada semacam tempat khusus sehingga orang akan mudah menjumpai durian. Ini perlu kita dalami lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Agus Bastian menilai festival dan grebeg durian bisa menjadi salah satu cara untuk menarik penggemar durian dari daerah lain datang ke Purworejo. Dia melihat kegiatan itu harus diadakan saban tahun, bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Purworejo.

Selain itu, adanya event ini diharapkan menjadikan petani durian lebih semangat dalam mengembangkan varietas durian. Event diharapkan pula dapat menunjang kesejahteran masyarakat, terutama petani durian.

“Tidak semua daerah memiliki durian. Kita (Purworejo), dari 16 kecamatan, durian berproduksi banyak di sembilan kecamatan. Durian itu adalah king of fruit. Buah paling enak sedunia adalah durian,” kata Bupati.

Menurunya, Purworejo adalah sebagai daerah penghasil durian terbanyak. Ada beberapa varietas durian yang dikembangkan. Di antaranya, varietas sikatap. Varietas ini sudah didaftarkan ke Kementerian Pangan.

Ke depan, tegasnya, bukan tidak mungkin Purworejo akan menjadi lumbung penghasil durian nasional. “Saya ada keinginan untuk mencanangkan di setiap rumah di Purworejo ini untuk menanam bibit durian,” tambah Bupati. (udi/amd)