RADAR JOGJA – Ratusan taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta kompak menampilkan flashmob beksan wanara. Tak sendiri, para calon perwira ini juga menari bersama ratusan tentara TNI AU dan PNS dari AAU Jogjakarta. Keindahan gerak tari ini tersaji saat semi pedestrian Selasa Wage Malioboro.

Gubernur AAU Jogjakarta Marsekal Muda Nanang Santoso menuturkan ada sekitar 1400 lebih personel yang terlibat. Seluruhnya terlibat dalam beksan peninggalan Kraton Jogjakarta ini. Baik taruna taruni lintas angkatan maupun personel aktif TNI AU.

“Kalau taruna taruni ada sekitar 432 karbol yang terlibat. Mulai dari taruna tingkat I hingga taruna tingkat IV,” jelasnya ditemui usai pementasan flashmob Beksan Wanara di kawasan Titik Nol Kilometer, Selasa (18/2).

Dipilihnya Beksan Wanara memiliki alasan tersendiri. Jenderal TNI bintang dua ini menceritakan prosesnya. Baginya Jogjakarta memiliki nilai yang kuat. Terutama dalam aspek seni dan budaya tradisional.

Tak hanya sebagai wujud karya. Nilai-nilai ini juga terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini mampu melahirkan karakter yang kuat. Selain itu juga mengajarkan nilai kehidupan.

“Walau hanya gerak tari tapi memiliki nilai yang sangat kuat. Memiliki dampak yang sangat kuat terutama pembentukan karakter. Tentu sangat penting bagi pembelajaran para taruna AAU,” katanya.

Di sisi lain agenda ini juga sebagai wujud kulonuwun. Terutama para taruna beragam tingkatan kepada warga Jogjakarta. Seremonial ini semakin unik dengan kolaborasi kesenian tradisi.

Nanang ingin ada semangat baru dalam lingkup AAU Jogjakarta. Bukan lagi memandang AAU sebagai pelengkap tapi telah menjadi bagian dari Jogjakarta. Itulah mengapa dia ingin agar budaya srawung terbangun.

“Ini sekaligus upaya mempertahankan dan melestarikan warisan warisan budaya Indonesia khususnya khas Jogjakarta,” ujarnya.

Flashmob Beksan Wanara berlangsung pukul 16:00. Diawali dengan kirab taruna AAU Jogjakarta dari depan Inna Garuda Hotel hingga titik nol kilometer. Selanjutnya para personel TNI AU yang mengenakan seragam Wanara atau kera menari di titik nol kilometer.

Menyusul kemudian para taruna yang berbaris di sisi Utara. Beksan Wanara ini berdurasi kurang lebih lima menit. Warga yang hadir di sepanjang kawasan Malioboro turut mengabadikan bahkan ada yang menari.

“Latihannya bersama pelatih tari klasik yang juga mengajar di Kraton. Latihan sudah sejak lama. Bahkan sebelum flashmob ini juga ada lomba Beksan Wanara antar divisi di AAU,” katanya.(dwi/tif)