RADAR JOGJA – Kekhawatiran warga Serangan, Ngampilan terbukti. Pemprov DIJ kini sedang menyusun master plan perluasan dan peningkatan kapasitas taman parkir (TP) Ngabean.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Harry Agus Triono mengatakan, pengembangan TP Ngabean diperlukan guna mengurangi beban parkir yang berpusat di area Taman Parkir Abu Bakar Ali dan Area Parkir Senopati.

“Karena memang ada kekurangan parkir di Malioboro. Dan sebelumnya memang ada semacam usulan dari Pemkot. Usul untuk pengembangan Ngabean,” jelasnya di kantornya kemarin (19/2).

Menurut diaa, pemanfaatan lahan di TP Ngabean belum optimal. Masih ada lahan di sisi selatan yang bisa dimanfaatkan. Sehingga kapasitas TP Ngabean bisa meningkat hingga dua kali lipat. Saat ini TP Ngabean terdiri dari dua lantai. Dengan daya tampung sekitar 30-40 bus besar dan 20 an kendaraan roda empat.

Parkir Ngabean juga dapat menampung kedatangan bus besar dari arah barat. Menurut dia, akses akan semakin lancar disbanding bus yang datang dari arah timur. “Berdasarkan hasil kajian akses dari arah barat jadi lebih mudah dibandingkan bus dari Bonbin (GL Zoo) masuk ke Senopati,” jelasnya.

Lalu lintas bus besar, lanjut dia, kerap datang dari arah selatan. Sehingga bus bisa langsung melaju ke arah ke Pojok Benteng Barat dan parkir di Ngabean. “Dari sisi sistem jaringan jalan memang (Ngabean) akan lebih baik, karena (jalurnya) agak keluar dari titik titik kemacetan,” paparnya.

Terkait relokasi, upaya tersebut kemungkinan bisa dilakukan bila memang diperlukan. Yakni di tanah Sultanat Groond (SG) atau tanah milik Keraton Jogja di sisi barat. Keputusan untuk merelokasi warga juga dilakukan atas pertimbangan situasi sosial di lapangan. “Relokasi kemungkinan ada di SG. Kami lihat situasi sosial di sana juga,” imbuhnya.

Realisasi pengembangan TP Ngabean didanai oleh Dana Keistimewaan DIJ. Sebab penataannya menjadi kesatuan dengan penataan sumbu filosofis. Sedangkan untuk anggarannya, Agus belum bisa menafsirkan. “Belum bisa menafsirkan (anggaran) karena ini baru master plan dan juga belum sampai DED (Detail Enginer Design),” tuturnya.

Kepala Dishub DIJ Tavip Agus Rayanto mengatakan, hasil kajian akan dipaparkan pada Gubernur DIJ pada 27 Februari mendatang. Sehingga hasilnya masih akan dibahas lebih lanjut. “Kajian belum otomatis menjadi policy masih harus dipaparkan ke Gubernur untuk mendapat arahan dan saran,” jelasnya.

Sebelumnya Warga di kampung Serangan, Ngampilan, Jogja khawatir dengan rencana perluasan TP Ngabean yang akan menggusur kampung mereka. Ketua RW 01, Serangan, Ngampilan Ibnu Hajat mengatakan, kekhawatiran warga karena selama ini juga hanya tinggal di tanah magersari atau SG. (tor/pra)