RADAR JOGJA – Peristiwa nahas yang terjadi dalam susur sungai di lembah Sempor, Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga anggota sekolah. Proses evakuasi masih dilakukan untuk mencari siswa yang hanyut.

Selain proses evakuasi, akan dilakukan langkah hukum untuk pembina Pramuka, guru, maupun kepala sekolah. Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto saat dikonfirmasi oleh Radar Jogja mengatakan akan melakukan pemeriksaan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap peristiwa ini.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto. (RADAR JOGJA FILE)

“Pemeriksaan aturan-aturan dalam kegiatan Pramuka yang berisiko juga sedang kami dalami. Nantinya penyidik bisa menentukan para pihak yang akan bertanggung jawab dalam peristiwa nahas ini,” ujarnya dikonfirmasi Sabtu pagi (22/2).

Seperti diketahui total peserta susur sungai SMPN 1 Turi berjumlah 250 siswa. Sebanyak 210 siswa telah melakukan presensi di sekolah. Sebanyak 27 siswa dirawat di Puskemas Turi. Enam siswa terdaftar di SWA Klinik Turi. (ila)