RADAR JOGJA  – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X langsung meninjau sekolah para siswa korban susur sungai, SMPN 1 Turi, Jumat malam (21/2). Tak sendiri kehadirannya turut didampingi GKR Hemas. Selain memantau, raja Keraton Jogja ini juga memberikan dukungan moril kepada orang tua korban.

HB X menyayangkan adanya aktivitas susur sungai. Menurutnya giat kepramukaan tersebut tidak efektif. Pertimbangannya adalah situasi lokasi dan cuaca saat berlangsung kegiatan.

“Sangat disayangkan, susur sungai yang justru dilakukan pada saat musim hujan. Padahal pesertanya itu anak-anak, semoga bisa jadi pembelajaran ke depannya,” katanya.

Dia meminta agar masyarakat ataupun pihak sekolah bijak. Terutama untuk menghindari kawasan pinggiran sungai maupun arus tengah. Ini karena ancaman bisa datang sewaktu-waktu.

HB X berharap agar ada evaluasi dalam kegiatan sekolah maupun kepramukaan. Terutama untuk penyelenggaraan susur sungai bagi siswa. Apabila dirasa tidak efektif bisa diganti. Atau setidaknya memilih lokasi yang lebih aman. Baik untuk arus sungai maupun sistem pengamanannya.

“Kelompok masyarakat atau kelompok organisasi yang lain dapat menghindari sungai dan aktivitas susur sungai saat musim hujan karena sangat berbahaya. Pihak sekolah tentunya juga harus dapat bertanggungjawab atas kejadian ini. Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus prihatin,” ujarnya.

HB X tak hanya mengunjungi SMPN 1 Turi. Setelahnya langsung berpindah ke Puskesmas Turi. Ditempat ini dia meminta agar pelayanan kesehatan benar-benar optimal untuk penanganan awal.

“Tim di lapangan juga masih bekerja untuk terus mencari dan mengevakuasi. Semoga lancar dan semua siswa yang hilang bisa ditemukan secepatnya,” katanya. (dwi/ila)