RADAR JOGJA – Pemrpov DIJ terus meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait persiapan full operation Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengadaan akses transportasi penunjang dan pengadaan layanan city check in.

Layanan city check in berguna untuk mempermudah calon penumpang melakukan pendaftaran sebelum waktu keberangkatan tiba. Sehingga saat tiba di bandara, penumpang bisa langsung terbang setelah membayar airport tax.

“Angkasa Pura perlu memikirkan layanan city check in. Apakah city check in hanya ambil tiketnya atau sudah sama bagasi. Juga memikirkan angkutan ke sana (bandara) modelnya seperti apa,” jelas Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIJ, PT Kereta Api Indonesia (KAI), Damri, dan beberapa maskapai penerbangan. “Memang yang harus dipersiapkan adalah semua kargo nanti harus pindah ke YIA. Pesawat apa saja yang bisa mendarat di sana,” paparnya.

Pelaksana Tugas General Manager YIA Agus Pandu Purnama mengatakan, Angkasa Pura akan menempatan layanan city check in di Stasiun Tugu. Layanan itu bisa digunakan calon penumpang tiga jam sebelum keberangkatan. Masa check in juga memperhitungkan interval waktu perjalanan dari Stasiun Tugu ke bandara yakni sekitar 45 menit, sehingga penumpang memiliki cukup waktu.

Dia melanjutkan, alat city check in bisa digunakan secara mandiri. Sehingga proses check in bisa dilakukan sendiri. “Tapi check in hanya untuk penumpang, belum termasuk bagasi,” jelasnya.

Pandu mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait jumlah penumpang pesawat di YIA yang mengakses transportasi bandara melalui Stasiun Tugu. Tak menutup kemungkinan mesin city check in akan ditambah.

Terpisah, Manajer Humas Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengaku belum mengetahui rencana pemasangan alat tersebut. Namun dia menegaskan akan terus memberikan dukungan pada kebijakan pemerintah.

Sedangkan untuk mendukung akses transporasi menuju bandara, PT KAI berupaya menambah rute kereta api yang singgah di Stasiun Wojo, Purworejo. Meliputi kereta api dari arah Jogja, Kutoarjo (Purworejo), dan Kebumen. Stasiun Wojo sendiri menjadi stasiun terdekat dengan YIA. “Masih dalam bahasan. Beberapa kereta api jarak jauh akan berhenti di Stasiun Wojo,” tuturnya.

Sementara ini terdapat 34 rute kereta api yang melintasi stasiun Wojo. Dengan rincian 24 trip kereta bandara, 8 trip Kereta Prameks, dan 2 trip Kereta Joglo Semar. Rute perjalanan itu telah diberlakukan sejak 1 Desember 2019. Namun tingkat okupansi kereta bandara masih tergolong minim.

Eko optimistis tingkat okupansi dapat meningkat setelah YIA beroperasi penuh. Sebab kereta api adalah moda transportasi ideal untuk menuju bandara. “Saat ini (okupansi) masih sekitar 10 persen. Kami optimistis kalau YIA sudah full operation akan lebih tinggi okupansinya karena kereta adalah salah satu jalan menuju bandara yang cepat, anti macet, dan aman,” terangnya. (tor/laz)