RADAR JOGJA – Seorang nelayan darat, warga Padukuhan Klumpit, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Supardiyono,33, dilaporkan hilang di perairan Pantai Grigak, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Minggu (23/2). Posisi terakhir sebelum dinyatakan hilang sedang mengambil jaring penangkap lobster dan ikan.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II, Surisdiyanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kabar hilangnya Supardiyono secara misterius diperoleh dari Sunyono, rekan korban sesama nelayan. Sebelum kejadian tepatnya Sabtu sore (22/2) keduanya memasang jaring. “Begitu menerima laporan orang hilang tim SAR langsung menuju lokasi kejadian,” kata Surisdiyanto.

Dari keterangan saksi, selang satu hari setelah pasang jaring sekitar pukul 3.00 kembali ke lokasi untuk melihat hasil tangkapan. Lokasi pemasangan jaring terpisah, sehingga keduanya tidak bisa memantau secara langsung satu sama lain. Saat hendk membantu, Sunyono tidak melihat rekannya di lokasi pengangkatan jaring. “Hilang misterius,” ujarnya.

Berbekal informasi itu, tim SAR dikerahkan melakukan penyisiran baik darat maupun laut. Namun hingga kemarin sore hasilnya masih nihil. Sebanyak 30 personil Tim SAR masih terus melakukan upaya pencarian. Komunikasi dengan regu penyelamat di wilayah lain seperti Bantul juga telah dilakukan.

Sementara itu, Koordinator Tim SAR Korwil II Gunungkidul, Marjono mengimbau kepada nelayan agar memperhatikan faktor keselamatan saat mencari ikan atau lobster. Apalagi, tebing cukup curam, ditambah kondisi cuaca yang sering berubah cepat. “Kasus nelayan darat hilang bukan kali ini terjadi sehingga menjaga keselamatan itu penting,” kata Marjono.

Dia juga meminta pengunjung mewaspadai ceruk tebing. Selama ini banyak wisatawan memanfaatkan ceruk tebing untuk berteduh, padahal sangat berbahaya jika terjadi longsoran. Saat in, sejumlah pantai telah dipasang garis polisi untuk mengantisipasi wisatawan berteduh. Untuk menjauhkan pengunjung dari ceruk tebing, juga terpasang papan peringatan. ”Personil SAR Satlinmas berusaha mengimbau melalui lisan ataupun pengeras suara agar hati-hati,” ucapnya. (gun/bah)