RADAR JOGJA – Pemkab Sleman memberikan santunan kepada 10 keluarga korban meninggal dunia akibat laka susur sungai siswa SMPN 1 Turi, Senin (24/2). Selain itu, 22 korban luka-luka yang selamat juga ikut diberikan santunan.

Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) menjelaskan, santunan kepada 10 keluarga korban meninggal diberikan dengan jumlah Rp 21 juta. Sedangkan untuk korban luka, setiap anak mendapatkan total santunan sebesar Rp 2,5 juta.

Selain itu pemkab juga memberikan santunan Rp 15 juta untuk program trauma healing. Yang mana seluruh bantuan itu terkumpul dari BPBD Sleman, Dinsos Sleman, Baznas Sleman, dan Kemendikbud RI. “Untuk korban meninggal sudah langsung ditransfer ke rekening keluarga masing-masing,” jelas SP.

Untuk menghindari kejadian serupa, Pemkab Sleman akan bekerjasama dengan Kemendikbud untuk selanjutnya dibuat prosedur tetap (protap). Terkait kegiatan kesiswaan di luar ruangan yang akan dilakukan secara profesional untuk menjaga keselamatan anak didik. Selain itu, peristiwa yang telah terjadi, bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh lapisan masyarakat agar tidak terulang kembali.

Sementara itu, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Haris Iskandar mengungkapkan, telah ada peraturan menteri (Permendikbud) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Permen itu sebagai upaya perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Namun setelah adanya kejadian itu, Haris mengaku akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menetapkan detail pada setiap kegiatan yang ada. “Terlebih untuk kegiatan yang memiliki risiko,”  ungkap Haris.

Tidak ingin terburu-buru, pihaknya akan mengumpulkan berbagai informasi di lapangan untuk dijadikan bahan evaluasi. Sehingga, nantinya kegiatan belajar baik di dalam maupun luar ruangan menjadi nyaman untuk siswa. (eno/laz)