RADAR JOGJA – Jagad dunia maya dihebohkan dengan adanya video evakuasi terduga suspect corona virus 2019 (Covid-19). Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan tiga petugas kesehatan mengenakan seragam hazardous materials (hazmat). Mereka tengah mengevakuasi pasien perempuan berpakian jarik.

Video ini diambil oleh seorang perempuan tak jauh dari lokasi evakuasi. Tampak pula dua pegawai pria dan seorang pegawai perempuan rumah sakit dalam video tersebut. Berdasarkan ciri bangunan, lokasi pengambilan video menyerupai RSUD Wirosaban Kota Jogja. 

“Benar video itu diambil di tempat kami (RSUD Kota Jogja). Jadi begini, ada kasus ibu-ibu pulang dari umroh. Nah keluhannya saat datang ke IGD itu batuk pilek, panas dan sesak nafas,” jelas Direktur Utama RSUD Wirosaban Kota Jogja  Ariyudi Yunita, Selasa (3/3).

Yunita menuturkan tindakan evakuasi merupakan standar penanganan awal. Pertimbangannya adalah adanya riwayat pergi keluar negeri dalam 14 hari belakangan. Pihaknya juga sempat melakukan rontgen kepada pasien tersebut.

“Setelah hasil rontgennya ditemukan suspect sementara karena ada kasus pneumonia. Langsung kami rujuk ke RSUP Sardjito. Sudah diterima dan nanti akan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya nanti akan diumumkan lebih lanjut,” ujarnya.

Berdasarkan data, terduga suspect corona tersebut berjenis kelamin perempuan. Inisial pasien R dan berusia 74 tahun. Kronologi kedatangan pasien Senin pagi (2/3), tepatnya pukul 07.00. Oleh tim kesehatan langsung diarahkan ke ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD.

Walau bukan sebagai rumah sakit rujukan, Yunita memastikan jajarannya siap.m karena prosedur penanganan Covid-19 telah berlaku baku. Jajarannya sebatas melakukan tindakan medis awal. Apabila ada dugaan kuat langsung rujuk ke RSUP Sardjito atau RSUD Panembahan Senopati Bantul.

“Sudah, Wirosaban siap kalau ada kasus seperti itu. Tempat isolasi sudah ada. Jadi kemarin tidak masuk ke IGD langsung, tapi ke ruang isolasi. Pertimbangan kami karena ada rekam jejak berpergian ke luar negeri. Di samping ada indikasi sakit yang sama,” katanya.

Kasubag Hukum dan Humas RSUP Sardjito Banu Hermawan membenarkan adanya rujukan pasien dari RSUD Kota Jogja. Data inventaris pasien mirip, berkelamin perempuan tapi berusia 73 tahun. Sesuai standar penanganan, pasien langsung dirujuk ke ruang isolasi.

Hasil sementara belum ada tanda-tanda Covid-19. Hanya saja pemberlakukan prosedur tetap berlaku ketat. Pasien tetap ditempatkan dalam ruang isolasi hingga hasil laboratorium terbit. Penanganan pasien ini sesuai dengan standar yang diterbitkan oleh WHO.

“Data menunjukan pasien habis kunjungan umroh dan mengalami batuk batuk sehingga karena kondisi tersebut akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. Secara klinis tidak menunjukkan tanda-tanda Covid-19. Namun tetap kita tangani sesuai standar Covid,” jelasnya. (dwi/tif)