RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaning Astutie menjamin kesiapan penanganan Corona Virus 2019 (Covid-19) siap. Terlebih setelah terbitnya Instruksi Gubernur DIJ atas penanganan virus dari Wuhan Tiongkok ini. Aturan ini berlaku baku untuk seluruh kabupaten dan kota di Jogjakarta.

Terkait penanganan rujukan tetap di rumah sakit utama. Selain RSUP Sardjito adapula RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dalam konteks ini, peran puskesmas sebagai penanganan awal.

“Rujukan tetap di dua rumah sakit itu. Tapi peran instansi kesehatan lainnya juga penting sebagai pemantau. Sudah kami panggil, untuk mengetahui sarana prasarana mereka,” jelasnya, Selasa (3/3).

Pembajoen juga meminta adanya peran aktif pemerintah, khususnya untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung kesehatan. Sehingga optimalisasi sektor kesehatan berlangsung maksimal. Anjuran ini tercantum dalam Instruksi Gubernur DIJ yang meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota siap siaga. Termasuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. 

“Peran serta lintas sektor sangat penting dalam konteks ini, untuk mendukung kesiapsiagaan. Adapula pemantauan kesiapsiagaan dari fasilitas kesehatan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Pembajoen turut angkat bicara terkait ketersediaan masker. Kondisi di lapangan terjadi kelangkaan masker di sejumlah toko maupun toko farmasi. Dia tak menampik adanya fenomena ini. 

Hasil investigasi menyebutkan adanya kelangkaan bahan baku. Alhasil produsen masker tidak bisa bekerja secara maksimal. Fakta ini menjawab isu keengganan produsen masker memenuhi kebutuhan pasar.

“Jadi bukan mereka tidak mau memproduksi, tapi memang bahan bakunya yang tidak ada. Kalau sudah ngomong bahan baku, tentu diluar kemampuan kami,” katanya.

Disatu sisi Pembajoen mengakui adanya peningkatan permintaan. Sayangnya konsumen justru melakukan secara panic buying. Dia menyayangkan adanya pembelian secara massal. Terlebih pembeli bukanlah sosok yang membutuhkan secara darurat.

“Kalau ketersediaan masker di kabupaten dan kota untuk sarana pemerintah saya pikir cukup.  Cuma masalahnya kekhawatiran dari masyarakat lalu membeli secara berbondong,” ujarnya.

Pembajoen mendorong agar masyarakat mengutamakan pola gaya hidup sehat. Termasuk beretika saat batuk dan bersin di tempat umum. Membasuh tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan. Cara ini justru lebih ampu mengantisipasi terjangkit penyakit.

“Cuci tangan tidak boleh asal, semua bagian tangan harus benar-benar tercuci. Lalu batuk atau bersin tidak boleh diumbar. Tutup dengan siku bagian dalam, agar tidak terjadi penularan. Ada atau tanpa Corona tetap wajib cara seperti ini,” pesannya. (dwi/tif)