RADAR JOGJA – Gunung Merapi mengalami erupsi, Selasa pagi (3/3), tepatnya pukul 05.22. BPPTKG Jogjakarta mencatat ketinggian kolom erupsi mencapai 6000 meter dari puncak. Sementara arah luncuran awan panas guguran ke arah Kali Gendol sejauh maksimal 2 kilometer.

Aktivitas ini tercatat dalam seismogram milik BPPTKG Jogjakarta dan seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM). Besaran amplitudo mencapai 65 mio meter. Untuk durasi aktivitas mencapai 450 detik.

“Benar pagi ini Gunung Merapi mengalami erupsi. Tinggi kolom 6000 meter atau 6 kilometer. Untuk arah angin saat erupsi ke Utara,” jelas Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida, Selasa (3/3).

Hanik memastikan erupsi kali ini bukan freatik. Berdasarkan data, erupsi didominasi oleh kandungan gas. Artinya erupsi terjadi karena adanya penumpukan kandungan gas di dapur magma dan kubah lava Gunung Merapi.

Inilah yang membuat BPPTKG mempertahankan status waspada sejak Mei 2018. Pertimbangannya aktivitas masih tercatat secara rutin. Data terbaru menyebutkan volume Kubah Lava Merapi mencapai 291 ribu meter kubik. 

“Kalau dibanding 2010, pertumbuhan kubah lava saat ini masih tergolong lambat. Tapi masyarakat tetap wajib waspada,” pesannya.

Hanik meminta warga waspada dan bijak menyikapi erupsi Merapi. Tetap memantau melalui akun resmi milik BPPTKG Jogjakarta. Selain itu juga mengolah informasi secara bijak agar tidak timbul kepanikan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila sedang aktivitas luar ruang,” katanya. (dwi/tif)