RADAR JOGJA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul tengah berkonstrasi mengawasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bantul yang berada di Jepang. Hal ini terkait merebaknya wabah virus korona di kawasan Asia Timur.

Kepala Disnakertrans Bantul Sulistiyanta menyebut terdapat tiga tenaga kerja dan 13 tenaga magang di Jepang. Sebelumnya terdapat 39 WNI berada di Jepang. ”Tapi tidak ada dari mereka yang berada di Yokohama,” jelas Sulistiyana, Senin (2/3).

Tercatat, para tenaga kerja Indonesia di Jepang tersebar di wilayah Nagasaki, Chika, Hiroshima, dan Chiba. Dia menyatakan sejauh ini kondisi semua WNI di Jepang sehat. Mereka akan pulang ketika kontraknya habis. “Seharusnya mereka pulangnya Desember tahun lalu, sebelum isu korona,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi meminta masyarakat tetap waspada, atas penyebaran virus korona. Apalagi, sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dua orang Indonesia, terjangkit virus korona. ”Tapi jangan panik,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai dugaan warga DIJ yang terdampak virus korona, Agus mengatakan sejauh ini belum ada konfirmasi adanya kasus korona.  Namun, Dinkes Bantul tetap mewaspadai keberadaan virus korona dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

Sejak awal dinkes menyampaikan kepada fasilitas kesehatan (faskes), termasuk puskesmas, untuk mewaspadai adanya gejala korana. ”Segera melapor membawa terduga korona ke faskes,” terangnya.

Dia pun menyarankan kepada masyrakat untuk menjaga diri dari penularan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Bagi masyarakat yang sedang flu, harap menerapkan etika batuk dan bersin. Selain itu, menaikkan asupan makanan bergizi, menjaga kegiatan fisik, minum vitamin, dan juga cuci tangan sesering mungkin. “Terutama setelah kontak dengan banyak orang dan binatang,” tandasnya.  (cr2/bah)