RADAR JOGJA – Seorang warga yang diduga sebagai suspect virus korona sudah di rujuk ke RSUP Dr Sardjito, Senin (2/3). Pasien datang kemarin pagi sekitar pukul 07.00, langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kota Jogja.

Direktur RS Jogja dr Ariyudi Yunita mengatakan, pasien memiliki keluhan batuk, pilek, panas, dan sesak napas. “Karena dia juga dari luar negeri, sehingga kami periksa lebih lanjut,” katanya saat dihubungi kemarin (2/3).

Dia menjelaskan pasien perempuan berusia 74 tahun itu baru saja pulang dari ibadah umrah. Datang ke IGD RS Kota Jogja dengan keluhan itu. Setelah pemeriksaan lebih lanjut dengan hasil rontgen ditemukan suspect ke arah pnemonia. “Karena ada kasus ini dan pulang dari luar negeri, maka kami harus rujuk ke RSUP Sardjito,” ujar Ariyudi.

Terkait dengan adanya terduga ini, RS Wirosaban ini selalu meningkatkan kewaspadaan sesuai protap dan SOP. Ketika ditemukan pasien dengan keluhan yang sama dan riwayat habis dari luar negeri, maka akan diarahkan ke pemeriksaan lebih lanjut yaitu rontgen. Pun sarana dan prasarana sudah memadai dan siap semuanya. “Kami ada tempat isolasi, semuanya sudah ada,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat terkait penyebaran video yang berpotensi membuat resah masyarakat, agar tidak panik. Terpenting adalah menjaga kesehatan diri sendiri. Menjaga daya tahan tubuh, tingkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Jangan banyak kontak dengan binatang, rutin mencuci tangan. Misal (tangan) kotor jangan langsung pegang mata, hidung, mulut. Ini kan virus, mudah tertularnya seperti itu,”  tambahnya.

Sementara itu manajemen RSUP Dr Sardjito mengaku belum mengkategorikan pasien pada suspect Covid-2019. Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menjelaskan, benar pihaknya menerina pasien dari RSUD Kota Jogja. Pasien perempuan berusia 73 tahun.

Menurut informasi yang dihimpun pihak RS, pasien pulang dari ibadah umrah dan mengalai batuk-batuk. “Akhirnya dirujuk ke RSUP Dr Sardjito,” kata Banu saat dihubungi Senin (2/3).

Ia menambahkan, secara klinis atau pemeriksaan awal pasien tidak menunjukkan tanda-tanda Covid-19. Namun, tetap mendapat penanganan sesuai standar Covid dan dimasukkan ke ruang isolasi. “Semoga pasien ini juga negatif Covid,” tambah Banu.

Ia menegaskan, RSUP Dr Sardjito tetap menangani pasien sesuai standar prosedur operasional WHO. Hanya saja ia mengakui pihaknya belum memperoleh info kapan pasien itu pulang dari menjalankan umrah. “Tapi kami belum mengkategorikan suspect,” beber Banu. (wia/eno/laz)