RADAR JOGJA – Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini membuat potensi bencana semakin besar. Itu termasuk kemungkinan longsor tebing di lereng Gunung Merapi. Dengan kondisi tersebut masyarakat diminta selalu waspada.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan menyatakan, potensi longsor tersebut terutama yang berada di Kali Gendol.

Makwan menyebut, tinggi tebing di lokasi itu bisa mencapai tinggi hingga ratusan meter. Potensi bahayanya pun terbilang meningkat ketika musim hujan.

Sebagaimana diketahui, Kali Gendol merupakan lokasi penambangan pasir. Untuk itu, dia meminta agar masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai penambang untuk lebih berhati-hati.

Melihat pengalaman, kejadian longsor di Kali Gendol tak sedikit yang sampai memakan korban. Pada 2018 lalu, dua penambang tewas karena tertimbun material longsor.

Makwan mengklaim, pihaknya  juga telah melalukan upaya mitigasi. Salah satunya dengan menyiagakan sistem peringatan dini atau EWS. Terhitung ada sekitar 20 EWS yang tersebar di wilayah sekitar lereng Merapi.

Upaya lain, upaya pengurangan dampak bencana juga telah disiapkan dengan kehadiran sabo dam yang berada di Kali Kuning. Sabo tersebut untuk menangkal material lahar dingin agar tidak meluber ke jalan atau peemukiman warga.

Makwan pun memastikan kesiapan sabo dam tersebut juga bisa menampung longsoran material gunung merapi yang dibawa hujan atau akrab disebut lahar dingin. Kendati demikian, dia tetap meminta agar masyarakat bisa menghindari jalu lahar dingin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Selama masyarakat tidak berada di jalur lahar dingin ketika hujan. Kemungkinan selamat juga akan tinggi,” katanya. (inu/din)